Loading...

Merah Muda & Biru
Siang itu udara terasa begitu menyengat, debu
dan polusi terasa menyesakkan. Di dalam
sebuah bus kota yang penuh sesak, Bobby terlihat
berhimpitan dengan para penumpang, sungguh terasa
panas dan melelahkan. Ditambah lagi dengan
kemacetan yang sudah menjadi rutinitas Ibu Kota,
sungguh sangat menjemukan.

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan
menyita waktu, akhirnya pemuda itu tiba di tempat
tujuan. Kini dia sedang duduk di halte, ngobrol
bersama teman barunya sambil menikmati segarnya
teh botol dingin.

Suasana halte yang teduh dan agak sepi
membuat keduanya betah berlama-lama, apalagi saat
itu angin sepoi-sepoi terus berhembus memberikan
kesejukan.


0

Love From My Heart

Angin pagi yang datang menggetarkan sendi-sendi yang tersikap dari balik selimut
tipis. Pagi yang cukup cerah walau hanya bertahan beberapa menit saja. Sebentar lagi pasti
akan berganti dengan udara pengap dan deru kendaraan bermesin yang sangat
mengganggu. Belum lagi debu jalanan di musim kemarau ini. Semua sepertinya berubah
sangat cepat. Kisah indah burung kutilang dan ayam jantan di pagi hari kini benar-benar
menjadi dongeng. Burung kutilang yang bernyanyi sekarang berganti dengan berita pagi
yang penuh emosi. Kerusuhan, demo dan belum lagi cekokan gosip selebriti. Hah...di
mana burung nuri pagi ini, atau di mana burung gereja tidur malam tadi?

0

Laskar Pelangi
Cerita dari sebuah daerah di Belitung, yakni di SD Muhammadiyah. Saat itu menjadi saat yang menegangkan bagi anak-anak yang ingin bersekolah di SD Muhammadiyah. Kesembilan murid yakni, Ikal, Lintang, Sahara, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek, Trapani tengah gelisah lantaran SD Muhammadiyah akan ditutup jika murid yang bersekolah tidak genap menjadi 10. Mereka semua sangat cemas. SD Muhammadiyah adalah SD islam tertua di Belitung, sehingga jika ditutup juga akan kasihan pada keluarga tidak mampu yang ingin menyekolahkan anak-anak mereka. Di sinilah anak-anak yang kurang beruntung dari segi materi ini berada.


0

Knights Templar|Fakta Rahasia Yang Tak Diungkap The Da Vinci Code

Sadarkah kita bahwa dunia kita ini adalah dunia konspirasi?
Mungkin istilah "konspirasi" sendiri adalah istilah baru yang hadir dalam
perbendaharaan kita, namun usia konspirasi sendiri sebenarnya hampir
sama tuanya dengan dunia tempat kita berada. Usia konspirasi itu
setidaknya bermula ketika iblis, sang raja diraja kegelapan, mulai
membangkang pada Allah untuk sujud kcpada Adam AlniJrissalnm.Dan
sejak itu, kisah-kisah dunia penuh konspirasi pun terns mengalir dari
waktu ke waktu. Hingga detik ini.

0

Kisah Dunia Paralel
Setelah membaca tulisan soal Origami, aku jadi
ingat sewaktu masih di SMA dulu, yaitu ketika
kami dikunjungi oleh seorang selebritis. Ceritanya
begini… Waktu itu, aku dan teman-teman sedang
asyik mengikuti pendidikan seks yang diajarkan oleh
guru agama kami. Saat itu kami semua cekakakcekikik,
ketawa-ketiwi, malu-malu… tapi mau, terus
mendengarkan sang ibu guru dengan penuh antusias.
Hingga akhirnya, "Nah, untuk kalian anak laki-laki. Ibu
harap kalian bisa bertanggung jawab untuk tidak
melakukan hubungan seks diluar nikah, sebab hal itu
sangat beresiko dan bisa membuat masa depan
kalian hancur berantakan. Kalian masih ingatkan
mengenai dampak negatif yang sudah ibu jelaskan
tadi?"


0

Karunia Mutiara Cinta

Malam terlihat cerah, di depan gerbang sebuah
rumah besar, dua orang pemuda tampak
sedang berbicara dengan seorang pembantu yang
bekerja di rumah itu.
"Selamat malam, Mbak. Kami temannya Lisa.
Boleh kami bertemu dengannya?" pinta Bobby perihal
maksud kedatangannya.
"Betul, Mbak. Bukankah dia menginap di sini?"
timpal Randy yang sudah tak sabar ingin berjumpa
dengan kekasihnya.
"O... kalau begitu, tunggu sebentar ya!" pinta si
pembantu seraya bergegas masuk.

0

Jaka & Dara
Malam minggu pas ivent valentine, cuaca sangat
cerah, bintang-bintang terlihat indah menghiasi
angkasa. Di sebuah kamar, seorang cewek remaja
sedang asyik berdandan di depan cermin yang
berbentuk oval. Rambutnya yang sebahu tampak
dikepang banyak kecil-kecil dan diikat dengan karet
warna-warni. Kini dia tengah menghias wajahnya yang
cantik. Setelah terlihat oke, cewek itu pun mengambil
botol minyak wanginya. SSS.. SSS... minyak wangi
tampak disemprotkan hampir ke sekujur tubuh.
"Nah, ini baru wangi," katanya sambil tersenyum
manis.
Tiba-tiba cewek itu merasa ada sesuatu yang
kurang, lalu dengan serta-merta dia kembali
bercermin—memperhatikan bagian dadanya yang
tampak rata. Menyadari itu, si Cewek pun enggak
kehabisan akal, kemudian dengan dua bongkah
spoons—dia membuatnya menjadi lebih oke.


0

Ilana Tan - Winter in Tokyo

IA menyesap minumannya pelan dan memandang ke luar jendela. Salju mulai turun
lagi. Ia berdiri di sana beberapa saat, memandangi butiran salju yang melayang-layang
di luar.
Ada yang hilang.
Keningnya berkerut samar. Tentu saja ada yang hilang. Ia tahu benar ada sesuatu
yang hilang. Hanya saja ia tidak tahu apa yang hilang itu. Dan apakah sesuatu yang
hilang itu penting atau tidak.
Ia menarik napas dalam-dalam. Yah... mungkin bukan sesuatu yang penting.
Ia berputar membelakangi jendela dan memandang ke sekeliling ruangan. Aula
besar itu mulai ramai. Orang-orang terlihat gembira, saling tersenyum, tertawa, dan
mengobrol. Seorang kenalannya tersenyum dan melambai ke arahnya. Ia balas
tersenyum dan mengangkat gelas.
Tepat pada saat itulah ia melihat orang itu.
Orang itu baru memasuki ruangan. Matanya tidak berkedip mengamati orang itu
menyalami beberapa orang sambil tersenyum lebar. Aneh... Ia menyadari dirinya tidak
bisa mengalihkan pandangan.
Ia melihat orang itu mengambil segelas minuman dari meja bulat bertaplak putih
sambil bercakap-cakap dengan seseorang yang berdiri di sampingnya. Kemudian orang
itu mengangkat wajah dan memandang ke seberang ruangan. Tepat ke arahnya.
Mata mereka bertemu dan waktu serasa berhenti.
Aneh sekali. Otaknya tidak mengenal orang itu. Ia yakin ia tidak mengenal orang
itu. Tetapi kenapa sepertinya hatinya berkata sebaliknya?
Kenapa hatinya seakan berkata padanya bahwa ia merindukan orang itu?

1

Ilana Tan - Summer in Seoul
KONON ketika seseorang dalam keadaan hidup dan mati, ia akan bisa melihat potongan-potongan kejadian dalam hidupnya, seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya. Benarkah begitu?
Oh ya, ia sedang mengalaminya. Ketika tubuhnya terlempar ke sana-sini, pandangannya mendadak gelap, namun anehnya ia kemudian bisa melihat wajah seseorang dengan jelas. Ia juga bisa mendengar suaranya.
Betapa ia sangat merindukannya sekarang, ingin bertemu dengannya, ingin berbicara dengannya. Ada yang harus ia katakan pada orang itu. Ia harus memberitahunya ia rindu.
Hanya sekali saja…
Kalau boleh, ia ingin mengatakannya sekali saja…
Kalau boleh, ia ingin melihatnya sekali saja…
Tapi tidak bisa…
Suaranya tidak bisa keluar…
Ia tidak punya tenaga untuk bicara…


0

Ilana Tan - Spring In London

Seoul, Korea Selatan
“AKHIRNYA kaujawab juga teleponmu. Aku sudah mencoba menghubungimu
berkali-kali selama tiga hari terakhir.”
Kata-kata itu menerjang gendang telinga Danny Jo bahkan sebelum ia sempat
berkata “Halo”. Ia bahkan juga belum sempat benar-benar menempelkan ponselnya
ke telinga. Mengenali suara sahabatnya di ujung sana, Danny tertawa dan berkata,
“Jung Tae-Woo, aku tahu kau rindu padaku, tapi tolong kecilkan sedikit suaramu.
Aku tidak mau orang-orang yang ada di dekatmu berpikir kita pacaran atau
semacamnya. Kau mungkin sudah terbiasa dengan gosip gay1, tapi aku tidak.”
Jung Tae-Woo tertawa hambar. “Lucu sekali,” katanya datar.

0

Ilana Tan - Autumn in Paris


RUANGAN itu sudah sepi sejak satu jam yang lalu. Semua lampu sudah dimatikan, kecuali yang terdapat di sudut ruangan dekat jendela. Lampu di sana masih menyala karena masih ada seseorang di sana. Gadis yang menempati meja di dekat jendela itu sebenarnya tidak benar-benar membutuhkan penerangan karena ia tidak sedang bekerja.

Tara Dupont duduk bersandar di kursi dengan kedua tangan dilipat di depan dada. Keningnya berkerut dan matanya menyipit menatap lekat-lekat ponsel yang tergeletak di meja kerjanya. Ia menggigit bibir dan tidak habis pikir kenapa ponsel imut dengan berbagai macam hiasan gantung itu tidak berdering, tidak berkelap-kelip, tidak bergetar, tidak melakukan apa pun!

Ia memutar kursi menghadap jendela besar dan memandang ke bawah, memerhatikan mobil-mobil yang berseliweran di jalan raya kota Paris dengan tatapan menerawang. Langit sudah gelap. Ia melirik jam tangan dan mendesah. Jam tujuh lewat. Dengan sekali sentakan ia memutar kembali kursinya menghadap meja kerja.

“Ke mana saja kau?” desis Tara sambil mengetuk-ngetuk ponselnya dengan kukunya yang dicat oranye.
“Kau bicara dengan ponsel?”


0

IKRO | Demi bangsa Dalam peluk sahabat Jiwa
Pada suatu sore, di sebuah pedesaan di kota
bandung, turun hujan yang sangat deras. Seorang
anak laki-laki berlari sekuat tenaga mencoba
menghindari air hujan. Kala itu jalanan sangat sepi
dan petir seakan melepas kemarahan pada bumi. Kaki
bocah itu terlalu pendek untuk melawan serbuan air
yang menghujam cepat. Secepat apapun dia berlari
pada akhirnya dia disergap oleh hujan, membuatnya
basah dan kedinginan. Ada rasa takut menggerayangi
pikirannya. Sore itu begitu sepi. Dalam ketakutannya
itu dia menerobos air hujan, tak menghiraukan
jalanan yang licin dan berlubang. langkah kaki yang
kecil memikul ketakutan yang besar, tubuh yang
sudah lemah dan kedinginan itu ingin cepat sampai
rumah.

0

Duka Lara
Di sebuah jalan tol dalam kota, sebuah sedan
mewah melaju dengan cepat menembus
gelapnya malam. Kedua penumpangnya yang masih
muda tampak begitu bersemangat, berkendara
bersama menuju ke rumah seorang gadis yang baru
mereka kenal beberapa bulan yang lalu. Setelah
menempuh perjalanan yang lumayan menyita waktu,
akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Kini keduanya
tampak asyik berbincang-bincang dengan seorang
gadis yang begitu cantik.


0

Dalam Mihrab Cinta
Siang itu Pesantren Al.Furqon yang terletak di daerah Pagu, Kediri, Jawa Timur geger. Pengurus Bagian Keamanan menyeret.seorang santri yang .diyakini mencuri. Beberapa orang santri terus menghajar santri berambut gondrong itu. Santri itu mengaduh dan minta ampun.
“Ampun, tolong jangan pukul saya. Saya tidak mencuri!” Santri,yang mukanya sudah berdarah-darah itu mengiba.
“Ayo mengaku. Kalau tidak kupecahkan kepalamu!” Teriak seorang santri berkopiah hitam dengan wajah sangat geram. “Sungguh, bukan saya pelakunya.” Si Rambut Gondrong itu tetap tidak mau mengaku.
Serta merta dua bogem melayang ke wajahnya. “Nich rasain pencuri!” Teriak Ketua Bagian Keamanan yang turut melayangkan pukulan. Si Rambut Gondrong mengaduh lalu pingsan.
Menjelang Ashar, si Rambut Gondrong siuman. la dikunci di gudang pesantren yang dijaga beberapa santri. Kedua tangan dan kakinya terikat. Air matanya meleleh. la meratapi nasibnya. Seluruh tubuhnya sakit. la merasa kematian telah berada di depan mata. Di luar gudang para santri ramai berkumpul. Mereka msneriakkan kemarahan dan kegeraman.
“Maling jangan diberi ampun!”
“Hajar saja maling gondrong itu sampai mampus!”
“Wong maling kok ngaku-ngaku santri. Ini kurang ajar. Tak bisa diampuni!”
la menangis mendengar itu semua. Sepuluh menit kemudian pintu gudang terbuka. Ia sangat ketakutan. Tanpa ia sadari ia kencing di celana karena saking takutnya. Para santri yang didera kemarahan meluap hendak menerobos masuk. Tapi Lurah Pondok menahan mereka dengan sekuat tenaga. Pak Kiai, pengasuh pesantren masuk dengan wajah dingin.


0

Cinta Maya
Click! Click! Click! Suara mouse terdengar saat
Maya sedang mengaktifkan menu status
karakter game online miliknya. "Asyik… kini level
karakterku sudah memenuhi syarat untuk memasuki
dunia gaib," kata Maya bersorak dalam hati.
Sungguh wanita itu betul-betul gembira karena
perjuangannya di dunia game selama ini ternyata tidak
sia-sia, dan tak lama lagi dia sudah bisa memasuki
alam gaib yang lebih seru dan menegangkan. Namun
sebelum dia bisa memasuki alam itu, ternyata dia
harus mempunyai mantra perpindahan lebih dulu.
"Sial… ternyata untuk mendapatkan mantra itu
tidaklah mudah," Maya mengeluh.


0

Cinta Buta Sang Penulis Muda
Kring…! Kring...! Kring...!
"Duuuh... telepon lagi. Pasti deh itu dari
pemuja rahasia. Dasar gak punya kerjaan. Emangya
enak apa ditelepon melulu, mana gak penting lagi.
Mentang-mentang gua ganteng, trus dia bisa
senaknya neleponin gua terus. Ah, masa bodolah...
pokoknya gua gak mau angkat, biar yang lain aja yang
angkat tuh telepon. Dia gak tau kali kalo gua lagi nulis
sesuatu yang penting, sesuatu yang bisa
mencerahkan diri gua biar lebih sabar ngadepin orang
kayak dia. Tuh kan, lupa deh... Hmmm... sampe
dimana tadi ya?" Boy tampak garuk-garuk kepala
(maklum banyak ketombe), lantas spontan (Uhuiii)
melihat ke luar jendela yang saat itu tampak sudah
gelap gulita. Seketika pemuda itu tersentak, dilihatnya
bayangan putih tampak berkelebat cepat, melintasi
pohon belimbing yang ada di samping kamar.


0

Cahaya Bintang

Di tengah hamparan rumput yang luas, seorang
pemuda tampak asyik terlentang di atas jok
sepeda motornya. Kedua matanya yang bening
tampak memandang ke langit lepas, memperhatikan
pesona malam yang begitu indah. Saat itu, ribuan
bintang yang dilihatnya seolah menghibur, memberi
ketenangan pada hatinya yang lara. Dalam
renungannya dia tak mengerti, kenapa gadis yang
begitu dicintainya lebih memilih pemuda lain? Padahal
dia sendiri begitu tampan, bahkan sifatnya pun penuh
dengan kasih sayang.
“Duhai bintang yang gemerlap, duhai malam yang
menyelimutiku. Kalian adalah teman sejatiku, yang
senantiasa menemaniku di dalam keresahan ini.
Ketahuilah... Hatiku hancur berkeping-keping ketika
dia mengatakan tak bisa bersamaku. Saat itu juga
harapanku punah seketika, berganti dengan segala


0

Bidadari untuk Ikhwan

“Akhi Khalid, antum sudah sholat dhuhur?” aku terbangun dari lamunanku saat Andi
teman satu LDK (Lembaga Dakwah Kampus) menepuk pundakku.
“Akh, antum mengagetkan ana aja! Oh iya, ana belum sholat dhuhur nich!” aku
menjawab sambil memakai tas ransel hitamku kembali, yang saat itu masih tergelatak
dilantai.
“Akh, kalau gitu ayo kita kemasjid sekarang!” ajak Andi.
Aku hanya hanya menganggukkan kepala, sambil berdiri dan berjalan menuju masjid
kampus yang jaraknya tidak begitu jauh dari fakultasku.
Hem, nikmat benar air wudhu yang membasahi kulit-kulitku ini. Terasa semua
ringan dalam membasuh semua kotoran-kotoran dunia. Iqhomat sudah mengumandang,
tanda sholat akan dimulai.
“Benar-benar cantik, wanita tadi! Siapa dia? Aku baru melihatnya sekarang!” lamunku.
“Allahu Akbar!” aku tersentak saat Imam mengucapkan takbir rukuk.
“Masya’ Allah, aku sedang sholat!” sertamerta pun aku langsung membuang jauh-jauh
pikiran yang telah menjauhkan aku dari kekhusyu’anku dalam sholat.


0

AliaZalea - Blind Date

HAL pertama yang aku sadari adalah bahwa aku sedang dalam keadaan di antara
alam sadar dan tidak sadar. Aku dapat mendengar bunyi bip... bip... bip... yang
konstan dan terus-menerus, seperti bunyi air menetes dari keran yang tidak ditutup
rapat. Bunyi itulah yang membangunkanku. Kucoba berkata-kata dan meminta
seseorang agar mengencangkan keran itu, tetapi lidahku terasa berat dan kelu. Aku
mencoba membuka mataku, usaha yang juga tidak membuahkan hasil.
Kutenangkan diriku dan berusaha membuka mataku sekali lagi. Kali ini aku
berhasil membukanya sedikit, tetapi aku harus segera menutupnya kembali karena
ada sinar terang yang tiba-tiba membutakan penglihatanku. Ketika mataku tertutup
lagi, aku baru sadar bahwa ada sesuatu yang menempel pada hidungku dan
membuatku sulit bernapas.


1

Apa yaa, apa hidup ini kan lebih baik dari mimpi?
Suatu saat di ruang tamu ada dua orang anak manusia,
seorang lelaki dan wanita, yang satu berperan sebagai adik
dan satu lagi sebagai kakak.
Ketika itu kakak dari adiknya, sedang duduk di kursi
bertemankan laptop berlayar mini [alias Netbook]. Ia meminta
adiknya untuk mengambilkan sebuah buku.
“Dik, tolong ambilkan buku Apa Yaa!” ujar kakaknya itu.
Adiknya yang lagi menyender di dekat lemari buku pun
menjawab.
“Iya Kak, buku apa Kak?” seraya bertanya balik.
“Buku Apa Yaa!!”
“Buku apaa??”
“Apa Yaa!!”
“Yaa apa Kak, apa??!” sedikit geram.
“Apa Yaa!!”
“Jiah, apa judulnya Kak??”
“Buku yang judulnya itu ‘Apa Yaa?!’, ada nggak?”
“Yaaelahh... judulnya Apa Yaa, bentar Kak..”
Si Adik menghampiri kakaknya seraya berkata.
“Inih Kak bukunya. Judul buku kok Apa Yaa, anehh.. bikin
bingung aja ihh..”
“Kamu ini ada da ajah, makasih adikku..”
“Iyaa Kak..”
Ia lantas membukanya, menuju halaman pertama lalu
mulai membacanya.


0

Aku menggugat Akhwat dan ikhwan
Panas terik matahari, bersinar. Terlihat bayang-bayang fatamorgana didepan aspal yang aku lewati. Panas sekali. Angkot yang aku tumpangi pun, malaju dengan kecepatan yang sedang. Bagaikan menikmati hawa panas yang menyengat kulit. Apalagi aku, dengan jilbabku ini. Keringat sudah dari tadi mengalir deras ditubuhku. Tetapi, karena aku memakai pakaian yang berlapis. Dengan jilbab yang mengurai lebar dan besar. Sehingga mungkin keringatku tertahan. Dan tidak sampai membuatku menjadi terlihat sebagai pepesan akhwat. Tetapi, tidak sedikit pula keringat yang mengalir deras diwajahku. Beberapa kali orang melihatku. Mungkin, mereka berfikir panas-panas kok pakai jilbab, besar pula. Tak seberapa lama, benar juga pikirku. Seseorang ibu melihatku dengan penuh tanya.

Ibu itu mengatakan “Mbak, apa nggak gerah! Pakai jilbab yang besar seperti itu?”


0

[Karen Armstrong] Sejarah Tuhan

“Tuhan” adalah tema yang selalu menarik untuk dibahas pada semua periode waktu. Ia berputar terus-menerus di kepala manusia dari generasi ke generasi dalam segala aspek; konsep-Nya, wujud-Nya, kemampuan-Nya, serta segala sesuatu yang berkenaan dengan-Nya. Inilah yang ditangkap oleh Karen Armstrong dan Ia angkat dalam bukunya “Sejarah Tuhan”.

Karen Armstrong adalah seorang penulis, pengarang, dan feminis yang menghabiskan masa mudanya sebagai seorang biarawati dari Ordo Society of Holy Child Jesus. Ia kemudian dikirim untuk melanjutkan studi sarjana dan master di Universitas Oxford dalam jurusan sastra dan sejarah Inggris sekaligus mengajar di Universitas London. Sembari menempuh program studi inilah ia memutuskan untuk keluar dari ordonya dan menulis beberapa buku tentang kehidupannya yang dibatasi dan terkekang dalam gereja. Ia kemudian melanjutkan penelitiannya tentang studi agama-agama terutama tiga agama samawi; yahudi, kristen, dan islam. Buku-buku hasil penelitiannya inilah yang menyebabkan ia mendapatkan banyak apresiasi dari banyak pihak sekaligus kritikan bahkan intimidasi dari pihak lainnya.


0

Dunia Sophie (Firman L the Kidd)

***

Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahu. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan: "Siapa kamu?"

Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya: "Dari manakah datangnya dunia?"

Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu mempuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.

***

0

Wiro Sableng-184-Dewi Dua Musim

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-185-Jabang Bayi Dalam Guci

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-183-Bulan Biru Di Mataram

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-181-Selir Pamungkas

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-182-Delapan Pocong Menari

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-180-Sesajen Atap Langit

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-178-Tabir Delapan Mayat

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-179-Delapan Sukma Merah

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-176-Dewi Kaki Tunggal

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-177-Jaka Pesolek Penangkap Petir

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-175-Sepasang Arwah Bisu

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-173-Roh Jemputan

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-174-Dua Nyawa Kembar

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-171-Malam Jahanam di Mataram

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-172-Empat Mayat Aneh

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-170-Kupu Kupu Mata Dewa

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-168-Mayat Kiriman Di Rumah Gadang

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-169-Bulan Sabit Di Bukit Patah

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-166-Kupu-kupu Giok Ngarai Sianok

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-167-Fitnah Berdarah Di Tanah Agam

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-165-Bayi Titisan

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-163-Cinta Tiga Ratu

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-164-Janda Pulau Cingkuk

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-162-Badai Laut Utara

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-161-Perjodohan Berdarah

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-160-Dendam Mahluk Alam Roh

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0

Wiro Sableng-159-Bayi Satu Suro

Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah "212" di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangannya di dunia persilatan, dari berbagai guru.

0
 
Download PDF