Loading...

Pelangi Retak

Pelangi Retak
Kakiku mengejang. Ruangan apa ini? Kenapa pula tulisan tak bermutu itu terpampang dengan angkuhnya di dinding bercat elegan ini? Huruf-hurufnya yang tercetak tebal semakin menambah keangkuhannya. Seakan ingin memberitahuku bahwa dialah yang berkuasa di sini. Tidak! Bukan tulisan itu yang berkuasa, tapi orang yang memasangnya di sana. Perlahan kuatur desahan nafasku yang lebih cepat dari biasanya.
Aku mengurungkan niat untuk duduk ketika sebuah suara bariton menyapaku dengan sangat tidak ramah. Tepat di belakang telingaku.
“Anda siapa?” tanyanya kasar. Sebenarnya aku ingin segera menoleh dan melihat seperti apa bentuk orang yang menyapaku itu. Tapi otakku berhasil menahan gerakan tubuhku.


Loading...

No comments:

Post a Comment