Loading...

Stephenie Meyer - Breaking Dawn

Stephenie Meyer - Breaking Dawn
Tak ada yang menatapmu, aku meyakinkan diriku sendiri. Tak ada yang
menatapmu. Tak ada yang menatapmu.
Tapi karena aku tidak pintar berbohong, bahkan pada diriku sendiri, aku merasa
harus mengeceknya.
Sambil duduk menunggu lampu berubah hijau di depan salah satu dari tiga lampu
merah kota ini, aku melirik ke kanan di dalam minivannya Mrs, Weber jelas-jelas
berputar menghadapku. Matanya menghunjam dalam-dalam ke mataku; dan aku
bergidik, bertanya-tanya dalam hati mengapa ia tidak cepat-cepat memalingkan wajah
atau terlihat malu. Bukankah tidak sopan menatap orang? Ataukah aturan itu tidak
berlaku terhadapku?
Lalu aku teringat bahwa jendela-jendela mobil ini hitam pekat sehingga Mrs.
Weber mungkin tidak menyadari bahwa akulah yang berada di balik kemudi, apalagi
mengetahui aku memergokinya menatapku. Aku berusaha menghibur diri dengan
kenyataan ia tidak benar-benar bermaksud menatapku, melainkan menatap mobil ini.
Mobilku. Ya ampun.
Aku melirik ke kiri dan mengerang. Dua pejalan kaki tertegun di trotoar, tidak jadi
menyeberang gara-gara melongo. Di belakang mereka, Mr, Marshall memandang ke
luar etalase toko suvenir kecilnya dengan mulut ternganga. Yah, setidaknya ia tidak
menempelkan hidungnya di kaca etalase. Belum.
Lampu berubah hijau dan, saking terburu-buru ingin kabur dari situ, aku
menginjak pedal gas tanpa berpikir- seperti kalau aku menginjak pedal gas truk Chevy
tuaku untuk menjalankannya.
Mesin meraung bagaikan macan tutul sedang berburu, dan mobil melesat begitu
cepat hingga tubuhku membentur jok berlapis kulit hitam dan perutku tertekan ke
belakang,
"Arrgh!" seruku kaget sementara kakiku meraba-raba mencari rem. Sambil
menenangkan diri kusentuh pelan pedal rem. Seketika mobil berhenti.
Aku tak berani melihat sekeliling untuk mengetahui reaksi orang-orang. Kalau
tadi mereka bertanya-tanya siapa yang mengendarai mobil ini, sekarang pertanyaan
mereka pasti sudah terjawab. Dengan ujung sepatu pelan-pelan kusentuh pedal gas
sedikit saja, dan mobil kembali melesat.


Loading...

0 komentar:

Post a Comment

 
Download PDF