Loading...

Titi Setiyoningsih - Lolipop - Love, Lies, Promise, Past
Titi Setiyoningsih - Lolipop - Love, Lies, Promise, Past
Terkadang, saat kita benar-benar mencintainya, justru saat itulah kita harus merelakannya.

Hari pertama di SMA, Aninda sudah berurusan dengan Vigo, kakak kelasnya yang terkenal angkuh. Sikap dan sifat Vigo bertolak belakang dengan Yovi, kembarannya yang bersikap dewasa. Kepolosan dan tingkah Aninda yang lincah membuat Yovi diam-diam menaruh perasaan pada cewek itu.

Namun, Aninda masih menyimpan cinta untuk seseorang di masa kecilnya, pangeran kecil yang tak pernah kembali. Pangeran kecil yang membuatnya selalu mengunjungi pohon kenangan mereka.

Saat akhirnya Aninda memilih menerima cinta Yovi, masa lalunya kembali datang. Bertubi-tubi misteri menjadi teka-teki. Satu per satu kebenaran terungkap. Alasan Yovi meninggalkan dunia basket, dendam ketua cheerleader, kelicikan teman masa kecil, semua itu menciptakan sebuah jalan untuk Aninda kembali pulang pada cinta pertamanya.

Aninda kembali dihadapkan pada dua pilihan. Kembali atau pergi.
Titi Setiyoningsih - Lolipop - Love, Lies, Promise, Past
1

Thia Kyu Ori - Simple Past Present Love
Thia Kyu Ori - Simple Past Present Love
Ferinandra.
“Bukan nama lo, kan?”
“Nama gue memang Ferina kok!”
“Tapi bukan Ferinandra. Ya, kan?”

Ferina terdiam. Andra cinta pertamanya. Cinta yang tak bisa dilupakannya. Indah sekaligus menyakitkan. Bagaimana tidak, Andra dan Faren, kembaran Ferina, menyimpan rahasia yang baru diketahui Ferina setelah Faren meninggal. Rahasia itu terangkum dalam diary milik Faren. Sayangnya, tak semua curahan hati Faren dalam diary itu dibaca Ferina, hingga ia membenci kembarannya sendiri dan Andra.

Setelah pindah ke kota lain dan memulai lembaran baru, Ferina mengenal Tama. Bersama Tama, perlahan Ferina terlepas dari bayang-bayang kelam masa lalunya. Namun hubungannya dengan Tama nyaris retak saat Andra muncul lagi dalam hidupnya.

Penjelasan Andra membukakan mata Ferina dan Ferina menghadapi kebenaran yang membuatnya harus memilih antara Andra dan Tama, sekaligus berusaha memaafkan Faren...
Thia Kyu Ori - Simple Past Present Love
0

Kevin Kwan - Crazy Rich Asians - Bahasa Indonesia (Half)
Kevin Kwan - Crazy Rich Asians - Bahasa Indonesia (Half)
Nicholas Young merosot ke kursi terdekat di lobi hotel, dikeringkan dari penerbangan enam belas jam dari Singapura, perjalanan kereta api dari Bandara Heathrow, dan berjalan dengan susah payah melalui jalan-jalan yang basah oleh hujan. Sepupunya Astrid Leong menggigil dengan stoik di sampingnya, semua karena ibunya, Felicity, dai gu cheh-nya — atau "bibi besar" dalam bahasa Kantonis - mengatakan itu adalah dosa untuk naik taksi sembilan blok dan memaksa semua orang berjalan sepanjang jalan dari Stasiun Tube Piccadilly.
Siapa pun yang terjadi di tempat kejadian mungkin telah memperhatikan seorang bocah berusia delapan tahun yang luar biasa dan gumpalan halus seorang gadis yang duduk tenang di sudut, tetapi semua Reginald Ormsby melihat dari mejanya yang menghadap ke lobi adalah dua anak Cina kecil yang menodai damas duduk dengan mantel basah mereka. Dan itu memburuk dari sana. Tiga wanita Tionghoa berdiri di dekatnya, dengan panik membasahi diri mereka sendiri dengan tisu, sementara seorang remaja meluncur liar melintasi lobi, sepatunya meninggalkan jejak berlumpur di atas marmer papan checker hitam-putih.
Ormsby bergegas turun dari mezzanine, tahu dia bisa lebih efisien mengirim orang asing ini daripada pegawai meja depannya. ―Selamat malam, saya manajer umum. Bolehkah saya membantumu? ‖Katanya perlahan, mengucapkan setiap kata dengan berlebihan.
"Ya, selamat malam, kami memiliki reservasi," jawab wanita itu dalam bahasa Inggris yang sempurna.
Ormsby menatapnya dengan heran. "Nama apa itu di bawah?" "Eleanor Young dan keluarga." Ormsby membeku — dia mengenali namanya, terutama sejak pesta Young telah memesan Lancaster Suite. Tapi siapa yang bisa membayangkan bahwa "Eleanor Young" akan menjadi orang Cina, dan bagaimana dia bisa berakhir di sini? The Dorchester atau Ritz mungkin membiarkan hal semacam ini masuk, tetapi ini adalah Calthorpe, yang dimiliki oleh Calthorpe-Cavendish-Gores sejak masa pemerintahan George IV dan berjalan untuk semua maksud dan tujuan sepertipribadi

movie theater
crazy rich asians cast
crazy rich asian
searching
rotten tomatoes
crazy rich asians cinema
crazy rich asians cinema
movie
box office
watch crazy rich asians
crazy rich asians times
was crazy rich asians filmed in singapore
crazy rich asians full movie
crazy rich asians full movie
trailer crazy rich asians
white boy rick
crazy rich asians near me
rich crazy asians movie
cinema
crazy rich asians showtimes
crazy rich asians regal
box office
crazy rich asians online movie
crazy rich asians henry golding
crazy rich asians box office
which crazy rich asians character are you
movies
alpha
crazy rich asians
amc
crazy rich asians rotten tomatoes
crazy rich asians amc
henry golding
crazy rich asians
why crazy rich asians is important
amc
review crazy rich asians
crazy rich asians theater
crazy rich asians theater
rich asians movie
crazy rich asians watch online
crazy rich asians movie times
cinema
the meg
crazy rich asians online
christopher robin
will crazy rich asians be on netflix
watch crazy rich asians
crazy rich asians box office
crazy rich asians showtimes
crazy rich asians amc
the nun
peppermint
blackkklansman
a simple favor
crazy rich asians book

1

Thania Natalia - Youre My Destiny
Thania Natalia - Youre My Destiny
Tania Rei Shinju-xei, seorang artis Jepang yang bisa dibilang perfect girl lah.. 😂 Dia juga jago main judo. Di sini di ceritakan tania jatuh cinta sama lawan mainnya, Marco Andreas si artis tampan dari Thailand yang sangat populer.Namun sayangnya, Tania dijodohkan dengan pria pilihan orang tuanya. Karna mau menjadi anak yang baik, akhirnya tania menuruti keinginan orang tuanya. Lalu, bagaimana ya akhir cintanya? Jengg jengg... 😂 penasaran? Makanya ayo di download dan di baca.. hehee ✌
Thania Natalia - Youre My Destiny
0

T. Andar - Ms. Jutek Vs Mr. Reseh
“Dulunya dia sahabat gue, adek gue. Tapi sejak dia ngerusakin boneka Barbie gue, dan gue ngambek berat, tiba-tiba dia berubah nyebelin 1000%”

Sandra

“Sandra selalu bilang kalo gue nggak tau siapa dia. Salah besar! Gua tau betul siapa dia! Dia yang justru nggak tau siapa gue…!”

Duke

Ini nih, teenlit yang nggak melulu ngomongin love and love. Bosen tau…! Yang satu ini ehhmm, lain banget bo!

Biar nggak senewen mikirin cinta melulu. elo-elo kudu baca deh novel keren ini. Biar elo-elo pada ngerti kalo hidup ini bukan cuma soal love dan ngedate, tapi ada yang jauh lebih besar maknanya!
T. Andar - Ms. Jutek Vs Mr. Reseh
0

Syamsa Hawa - Batas Revolusi di 181
Syamsa Hawa - Batas Revolusi di 181
Anak-anak keren ngumpul di BATAS

Ada Ben anak orang kaya, yang punya tampang most wanted dan bikin cewek-cewek di SMA 181 jejeritan. Amara, cewek ayu yang punya penampilan cuek. Thio, cowok atletis yang rambutnya Be-Te ini dikenal sebagai bola mania. Lalu Aly, anak kos yang pembawaannya teduh tapi kuper abiz. Dan terakhir Syahrul, cowok slebor yang punya jiwa seni tinggi namun plin-plan.

Yang namanya tantangan tentu aja nggak mudah. Tapi lima anak SMA itu menyukainya. Sebab hanya itu satu-satunya harapan untuk membuat sekolah mereka yang selama ini punya reputasi ancur, bisa jadi sekolah kerbek, alias keren dan beken.

Berbagai peristiwa konyol, sedih, dan kocak pun terjadi berkaitan dengan tantangan yang mereka terima. Ben yang mejadi galau dengan peraturan rokok, Amara resah karena tuntutan penampilan, sampai masalah Ben putus cinta dengan Lola, Lola mengoper rasa kepada Syahrul, dan... goal! Syahrul pun terkena gosip.

Tapi itu belum selesai. Sebab putus dengan Lola, Ben malah ada rasa dengan Amara. Lalu tantangan apa pula yang menanti Thio dan Aly?

Gebet buku baru dari Syamsa Hawa ini, dijamin keren dan putih abu-abu banget!
Syamsa Hawa - Batas Revolusi di 181
0

Lovasket 6 - Luna Torashyngu - Game Over
Lovasket 6 - Luna Torashyngu - Game Over
Sebagai pelatih, Vira menghadapi dua pertandingan besar. Tim SMA Charisty akan menghadapi Turnamen Basket SMA se-Jawa-Bali dan tim Putri Srikandi akan menghadapi pertandingan ekshibisi melawan tim WNBA, Dallas Thunder.

Masing-masing tim dan pertandingan memiliki masalah pelik. Tim SMA Charisty harus menghadapi tim-tim tangguh dari berbagai kota di Jawa dan Bali. Jalan Vanya dan teman-temannya untuk meraih juara tidaklah mulus. Apalagi salah satu peserta turnamen adalah SMA Altavia Bandung yang telah berulang kali menjadi juara dan sudah pasti menjadi lawan terberat yang akan dihadapi SMA Charisty.

Sementara itu, menjelang pertandingan, tim Putri Srikandi sama sekali belum solid. Bianca, Hera, Stella, dan Rida masih terjebak pada permusuhan serta persaingan masa lalu. Bukan hanya itu, masalah pribadi Vira dengan Kak Aji berimbas pada tugasnya sebagai pelatih. Mampukah mereka mengatasi masalah dan berkonsentrasi menghadapi pertandingan terpenting dalam hidup mereka ini?

Inilah akhir dari Lovasket saga!
Lovasket 6 - Luna Torashyngu - Game Over
0

Stefiani E-I - Beautiful Soul
Stefiani E-I - Beautiful Soul
Ame, cewek dingin dan keras kepala yang hingga menginjak usia 17 tahun belum pernah sekali pun merasakan jatuh cinta. Semua cowok bertampang Tom Cruise yang mencoba mendekatinya malah cuma dianggap angin lalu.

Tapi kehidupannya berubah ketika tiba-tiba sekolahnya kedatangan murid baru, Steven Williams, bule freak yang dikutuk Ame sebagai Limited Edition Devil of the Year. Setiap ada kesempatan mereka selalu bertengkar. Namun, Steven satu-satunya orang yang bisa membuat hati Ame luluh dengan caranya sendiri.
Stefiani E-I - Beautiful Soul
0

Sonya Michibata - Can You See Me
Sonya Michibata - Can You See Me
Hiduo Risa sangat beruntung. Ia dicintai oleh dua pria yang mau berkorban apa saja untuknya. Keharian mereka ditambah dua orang sahabat kembar Risa, Jessica dan Jennifer, yang sekaligus merangkap tetangga dan teman sepermainan sejak kecil, membuat hari-hari Risa penuh warna.
Suatu peristiwa yang ajaib membawa Risa bertemu dengan Riko. Mereka tidak tahu pada akhirnya akan saling jatuh cinta. Di tengah segala ketidakpastian dan keterbasan waktu, hubungan mereka berdua jauh berkembang pesat. Saying kebahagiaan itu terpaksa berhenti. Namun, diluar dugaan, sekaligi takdir member kebahagiaan berlipat ganda disaat mereka sedang didera keputusasaan. Ketika Viko bertemu kembali dengan Risa, segalanya berubah kecuali perasaan cinta mereka.
Kehadiran sahabat Risa, Bobby, membuat mereka bertiga terlibat dalam hubungan yang pelik. Dengan berbekalkan kenangan dimasa lampau, Viko merasa tidak yakin akan dirinya. Risa sedapat mungkin berupaya agar tidak kehilangan salah satu dari mereka. Namun, pada akhirnya ia tetap harus memilih. Mereka belajar tentang makna penting persahabatan, kepercayaan, pengorbanan dan juga cinta.

0

thumbnail-cadangan
Lovasket 5 - Luna Torashyngu - The Last Game
Lovasket 5 - Luna Torashyngu - The Last Game
Vanya bimbang. Mantan grup vokalnya, Venus, terancam bubar di puncak kejayaan. Untuk menyelamatkan Venus, Vanya harus mau bergabung kembali. Padahal dia dan tim sekolahnya sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen basket antar-SMA se-Jawa-Bali. Bagaimana bisa dia membagi waktu untuk kedua aktivitas yang sangat disukainya tersebut?

Di sisi lain, Vira mendapat tawaran menarik untuk melatih tim yang dirancang untuk melawan salah satu tim WNBA—tim dari asosiasi basket Amerika Serikat. Ini jelas bukan kesempatan yang bisa datang kapan saja.

Tapi, ternyata untuk membentuk tim yang solid Vira harus menghadapi berbagai halangan. Mulai dari mengatur waktu untuk melatih Vanya dan teman-teman di SMA Charisty, sampai perseteruan dan dendam lama teman-temannya sendiri. Satu demi satu orang-orang dan masalah-masalah dari masa lalu Vira datang merongrong. Mulai dari Stella dan Rida yang sekarang menjadi sahabat dekatnya, sampai Bianca dan Hera yang kini menjadi seterunya. Apakah Vira bisa menangani semua masalahnya dengan kepala dingin dan cerdik seperti biasa? Apakah kali ini tim yang dilatihnya bisa meraih kemenangan?

Inilah bagian pertama dari akhir kisah Lovasket saga.
Lovasket 5 - Luna Torashyngu - The Last Game
0

Shelly Salfatira - Salad Days
Shelly Salfatira - Salad Days

"Selain memiliki prestasi akademis cemerlang, Greta begitu diandalkan dalam tim basket SMA-nya. Ia menikmati kehidupannya yang penuh warna bersama sahabat-sahabatnya: Hanna, Boy, dan Patrick. Tapi semua itu berubah ketika sekolahnya kedatangan murid baru, Dirga. Kesan pertama yang ditinggalkan Dirga di hadapan Greta tidaklah mengenakkan, bahkan membuat Greta cukup kesal.

Namun, ketika Dirga direkrut menjadi anggota tim basket, mau tak mau Greta melihat sisi lain Dirga yang cukup mengagumkan. Hanya saja, saat itu Dirga telanjur akrab dengan Hanna. Apakah Greta harus mengalah demi sahabatnya?"


0

Lovasket 4  - Luna Torashyngu -Your Heart
Lovasket 4 - Luna Torashyngu -Your Heart
Vanya punya hampir semua yang diinginkan cewek-cewek seusianya. Cantik, langsing, jago nari, dan bisa nyanyi. Karena itulah dia terpilih menjadi anggota VENUS, girl band yang sedang naik daun. Tapi semua itu ternyata nggak membuat Vanya bahagia. Sebenarnya hanya satu keinginan Vanya, yaitu bermain basket. Sayang, dia nggak gampang mewujudkannya karena dilarang keras oleh mamanya tanpa alasan yang jelas.

Vega adalah kapten tim basket cewek SMA Charisty. Sebagai kapten, Vega tentu saja berusaha agar timnya bisa berprestasi. Kata “menyerah” nggak ada dalam kamus Vega. Dengan berbagai cara dia berusaha mewujudkan cita-citanya, termasuk merekrut pemain baru agar tim basket cewek SMA Charisty bisa berprestasi dalam kejuaraan basket antar-SMA se-Jabodetabek. Salah satu pemain yang coba direkrutnya adalah Vanya.

Mulanya Vanya menolak masuk tim. Tapi suatu peristiwa tragis menimpa Vega. Kini Vanya harus memilih: kariernya sebagai penyanyi, atau menggantikan posisi Vega?
Lovasket 4 - Luna Torashyngu -Your Heart
0

Sara Tee - Mamamo
Sara Tee - Mamamo
“Sebuah novel tentang persahabatan, cinta, dan dendam...”

Gara-gara Freya, boneka monyet Nerisa tersangkut di pohon. Saat Nerisa menangis, Freya malah menyuruhnya memanjat dan mengambil Momo sendiri. Tapi Nerisa, yang tak bisa memanjat, akhirnya jatuh dari pohon dan kakinya patah...

Sebelum pergi berobat ke luar negeri, Nerisa menitipkan Momo pada Freya, sahabatnya itu. Dia bilang dia akan kembali untuk mengambil Momo.

Dan bertahun-tahun kemudian, Nerisa memang kembali. Namun, kakinya pincang. Banyak orang mengolok-olok dan menatapnya dengan iba. Wajah cantik tapi kaki tidak sempurna. Bahkan Billy, pria yang sangat dicintainya, memutuskan hubungan karena kaki Nerisa yang pincang.

Semua itu gara-gara Freya!


0

Ahmad Fuadi - Rantau 1 Muara
Ahmad Fuadi - Rantau 1 Muara
Aku tancapkan kunci dan kuakkan pintu itu tergesa-gesa.
Macet. Tidak beringsut. Hanya anak-anak kunci lain yang
bergoyang berdenting-denting. Aku lorotkan ransel tambunku
yang seberat batu ke lantai, lalu aku miringkan badan dan
aku sorong pintu ini dengan bahu. Bruk. Daun pintu tripleks
ber cat biru muara itu akhirnya bergeser dengan bunyi terseret.
Engselnya merengek kurang minyak. Entah mengapa, di setiap
ka mar kos yang aku pernah sewa di kota ini, ukuran rangka dan
daun pintu jarang yang klop.
Aroma lembap seperti bau timbunan koran basah mengeru buti
hidungku begitu pintu menganga. Di tengah gelap, tanganku
mencari-cari sakelar di pojok kamar. Bohlam usang itu
mengerjap-ngerjap beberapa kali seperti baru siuman dan lalu
bersinar malas-malasan, bagai protes minta diganti. Di bawah
sinar lindap, aku melihat kamarku masih persis seperti waktu
aku tinggalkan. Dipan kayu dengan kasur busa yang kisut
bersanding dengan seonggok lemari plastik motif bunga anyelir
ungu yang sudah doyong ke kiri. Di sebelah pintu tegak sebuah
rak buku kelebihan beban dari kayu murahan, made in Balubur.
https://www.download-pdf.ikhsan.my.id/p/forbidden.html

Forbidden

0

Richelle Mead - Spirit Bound
Richelle Mead - Spirit Bound
ADA SEBUAH PERBEDAAN BESAR ANTARA surat ancaman kematian dengan surat cinta – meskipun orang yang menulis surat ancaman kematian ini masih menyatakan kalau ia sesungguhnya mencintaimu. Tentu saja, mempertimbangkan satu kali upaya pembunuhan yang pernah kucoba lakukan kepada orang yang kucintai, mungkin aku tidak berhak untuk menghakiminya.
Surat hari ini sangatlah tepat waktu, bukanlah sesuatu yang harusnya tidak terlalu kuharapkan. Aku sudah membacanya sebanyak empat kali sejauh ini, dan meskipun aku akan terlambat, aku tidak bisa menolak membaca untuk yang kelima kalinya.
how to contact richelle mead
how old is richelle mead
how much is richelle mead worth
what is richelle mead's next book
what is bloodlines by richelle mead about
richelle mead gameboard of the gods
bloodlines richelle mead pdf in romana
richelle mead list of books
richelle mead eye of andromeda
richelle mead net worth
richelle mead books in order
richelle mead bloodlines books in order
about richelle mead
richelle mead novels in order
richelle mead age of x
richelle mead kisses from hell
richelle mead series in order
richelle mead city of demons
richelle mead bloodlines in order
richelle mead books into movies
bloodlines by richelle mead in order
how much is richelle mead worth
richelle mead age of x books
books by richelle mead in order
download frostbite by richelle mead for free
richelle mead eye of andromeda release

0

Sidney Sheldon - Malaikat Keadilan
Sidney Sheldon - Malaikat Keadilan
Jennifer Parker berotak cemerlang, cantik, dan tak mudah ditundukkan ahli hukum yang paling menonjol di Amerika, dan salah satu seorang yang paling berhasil pula. Hidupnya dibayangi oleh dua pria. Keduanya orang hebat dan amat mencintainya. Yang seorang politikus, punya masa depan cemerlang, menjadi ayah anak Jennifer. Yang seorang lagi pemimpin mafia, satu-satunya tempat berpaling dalam kegelapan kritis, tapi juga menghancurkan dunianya.

when did sidney sheldon die
what is sidney sheldon best book
filmes do sidney sheldon
livros do autor sidney sheldon
sky is falling sidney sheldon pdf
how did sidney sheldon die
is sidney sheldon alive
areias do tempo sidney sheldon
senhora do jogo sidney sheldon
how to download sidney sheldon novels for free
when tomorrow comes sidney sheldon
sidney sheldon are you afraid of the dark
todos os livros do sidney sheldon
what is sidney sheldon's latest book
livros do sidney sheldon
where to read sidney sheldon novels online
who is tilly bagshawe sidney sheldon
is tilly bagshawe sidney sheldon
who writes like sidney sheldon
who is sidney sheldon
sky is falling sidney sheldon
is sidney sheldon still living
melhores livros do sidney sheldon
how to read sidney sheldon novels online
areias do tempo sidney sheldon pdf
where to download sidney sheldon's novels for free

0

Tere Liye - Ceroz dan Batozar
Tere Liye - Ceroz dan Batozar
Awalnya kami hanya mengikuti karyawisata biasa seperti murid-murid sekolah lain. Hingga Ali, dengan kegeniusan dan keisengannya, memutuskan menyelidiki sebuah ruangan kuno. Kami tiba di bagian dunia paralel lainnya, menemui petarung kuat, mendapat kekuatan baru serta teknik-teknik menakjubkan.

Dunia paralel ternyata sangat luas, dengan begitu banyak orang hebat di dalamnya. Kisah ini tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja.

novel ceros batozar
ceros dan batozar sinopsis
ceros dan batozar pdf download
ebook ceros dan batozar pdf
adalah ceros dan batozar pdf free download
ceros dan batozar pdf
download novel ceros batozar pdf
ceros dan batozar tere liye
ebook ceros dan batozar
novel ceros dan batozar
ceros dan batozar review
baca ceros dan batozar pdf
novel ceros dan batozar pdf download
novel ceros dan batozar
ceros dan batozar download pdf
ceros dan batozar tere liye
ceros dan batozar pdf
ceros dan batozar ebook
sinopsis ceros batozar
ceros dan batozar pdf
ceros dan batozar komet
ceros dan batozar atau komet dulu


1

Kevin Kwan - Crazy Rich Asians
Kevin Kwan - Crazy Rich Asians
Nicholas Young slumped into the nearest seat in the hotel lobby, drained
from the sixteen-hour flight from Singapore, the train ride from
Heathrow Airport, and trudging through the rain-soaked streets. His
cousin Astrid Leong shivered stoically next to him, all because her
mother, Felicity, his dai gu cheh—or “big aunt” in Cantonese—said it was
a sin to take a taxi nine blocks and forced everyone to walk all the way
from Piccadilly Tube Station.
Anyone else happening upon the scene might have noticed an
unusually composed eight-year-old boy and an ethereal wisp of a girl
sitting quietly in a corner, but all Reginald Ormsby saw from his desk
overlooking the lobby were two little Chinese children staining the
damask settee with their sodden coats. And it only got worse from there.
Three Chinese women stood nearby, frantically blotting themselves dry
with tissues, while a teenager slid wildly across the lobby, his sneakers
leaving muddy tracks on the black-and-white checker board marble.
Ormsby rushed downstairs from the mezzanine, knowing he could
more efficiently dispatch these foreigners than his front-desk clerks.
“Good evening, I am the general manager. Can I help you?” he said
slowly, over-enunciating every word.
“Yes, good evening, we have a reservation,” the woman replied in
perfect English.
Ormsby peered at her in surprise. “What name is it under?”
“Eleanor Young and family.”
was crazy rich asians filmed in singapore
which crazy rich asians character are you
why crazy rich asians is important
will crazy rich asians be on netflix
after credits
after scene
behind the scene
by kevin kwan
come out
for kids
for free
for rent
in theaters
in chinese
in theaters near me
in china
in spanish
in real life
in singapore
in 2 minutes
in korea
mid credit scene
near me
on demand
on dvd
on ellen
on rotten tomatoes
on itunes
post credits
post credits scene
pre screening
book
trailer
showtimes
box office
release date
soundtrack
full movie
near me
after credits
author
awkwafina
audiobook
actors
amazon
alamo drafthouse
austin
budget
book series
book 2
box office sales
book pdf
book review
buzzfeed
blu ray
characters
credits
cinemark
china
common sense media
chicago
china release
cast kris aquino
cost
dvd
director
duration
dvd release date
dc
dress
date
dallas
denver
download movie
ending
end credits
earnings
emerald ring
edwards
engagement ring
ellen
end scene
eddie
ending song
fandango
full movie for free
film
free
fashion
full cast
filming locations
fanfiction
grossing
gif
genre
grandma
georgetown
game
gemma
guy
gateway
glorious
how long
harry shum jr
houston
house
hollywood reporter
hotel
hardcover
hong kong
henry
in theaters
interview
in chinese
ipic
instagram
itunes
in theaters near me
in china
images
jewelry
joy luck club
jimmy o yang
japan
jet li
jon chu
john cho
japan release
jane austen
jezebel
kris aquino
kevin kwan
kids
kindle
kina grannis
ken jeong
kris aquino role
kitty pong
kids in mind
korea
length
locations
los angeles
landmark
london
las vegas
logo
last scene
language
lead
movie
movie times
movie review
movie trailer
movie length
movie near me
music
metacritic
movie box office
netflix
nyc
novel
nick
new york
news
nytimes
new yorker
nyc showtimes
opening
on netflix
opening scene
opening weekend
on demand
ost
outfits
oliver
on dvd
oakland
playing near me
plot
preview
premiere
post credit
poster
parents guide
producer
portland
plugged in
quotes
quiz
quotes movie
quotes astrid
running time
release
reddit
regal
ring
revenue
real life
rachel
showing
series
synopsis
showing near me
seattle
singapore
songs
times
theater
tickets
trailer 2
trailer song
true story
the movie
twitter
uk
union square
uk release date
usc
uk box office
uk premiere
us
uk release
us box office
uk review
vanity fair
vox
vietsub
vulture
vancouver
variety
vogue
vietnam
vudu
vinyl
wedding
wiki
wedding dress
watch
wedding song
wedding singer
writer
wardrobe
watch movie
wedding water
xiaxue
crazy rich asian xem online
crazy rich asian cast
crazy rich asian xem
crazy rich asian fiona xie
crazy rich asian bioskop xxi
crazy rich asian movie indo xxi
youtube
yellow lyrics
yellow song
yellow letter
yellow scene
young family
yahoo
yellow coldplay
zurich
1080p
lot 1 crazy rich asian
2018
2nd book
25 years
2 movie
2 book
720p

Kevin Kwan - Crazy Rich Asians - Bahasa Indonesia (Half)
0

Risnawati Tambunan - Pariban Dari Amrik
Risnawati Tambunan - Pariban Dari Amrik
CHAPTER 1: PARIBAN UNTUK MONANG
Pariban dari Amrik itu dalam bayangan Monang pasti cantik

serta berwajah indo. Setiap hari Monang mulai sibuk bertanya-
tanya dan membayangkan wajahnya. "Yu...!" Monang membujuk.

Suaranya mendadak serak.
"Psstt... sudahlah!" "Dengarkan penjelasanku!" "Who care?"
"Tapi kamu perlu tahu!"
"Aku sudah tahu!" Ayu mendelik ke arah Monang dengan
tampang dibuat sejudes mungkin. "Tapi aku kecewa banget,
Nang! Kenapa cerita ini justru aku dengar dari mulutnya si
Ozot. Bukannya dari kamu. Apa kamu merasa nggak perlu
ngasih tahu ke aku?"
"No, bukan begitu, Yu!" Monang menggaruk-garuk rambut
ikalnya. "Aku... belum saatnya kuberi tahu!"
"Atau kamu takut aku bakal bunuh diri begitu mendengar
pengakuanmu?" Ayu mencibir kesaL "Nggak akan!"
"Nggak!" Monang cepat menggeleng. Wajahnya yang tampan
dan berkesan kekanakan itu sedikit memucat demi mendengar
kata 'bunuh diri'. "Aku tahu, apalah artiku bagimu. Kehilangan
seorang Hamonangan Simbolon nggak akan sampai membuatmu
down. Aku tahu itu. Jangan kata sampai bunuh diri, mengurangi
nafsu makanmu saja, kamu nggak akan kan?"
"Aku nggak suka omongan seperti itu, Nang!" Tiba-tiba Ayu
membuang muka. "Ini karena kamu juga, kan?"
Monang terdiam. Seperti menyimak dalam sesal.
0

Risnawati Tambunan - Kemarin Hari Ini dan Esok
Risnawati Tambunan - Kemarin Hari Ini dan Esok
http://inzomnia.wapka.mobi
Mereka bersahabat sejak kecil walaupun kehidupan mereka
bagai langit dan bumi.
Sudah lama sebenarnya aku ingin membawamu 'lari'. Sejak kau
masih tinggal di "istana" itu. Sebuah rumah toko bertingkat
tiga dengan pagar besi yang kaku, bisu. Sudah sejak lama. Kala
itu aku selalu mampir di depan rumah itu, melemparkan sebuah
koran lewat pintu pagar.
"Koran!" teriakku membelah pagi. Hampir pukul tujuh.
Yang pertama keluar, seperti biasanya, adalah Engkongmu.
Laki-laki tua itu melambaikan tangannya kepadaku. Masih
dengan balutan piyamanya.
Aku memutar sepeda bututku, tapi masih sempat melirik ke
lantai tiga bangunan. Di balkon itu biasa kau berdiri,
mencibirku sekilas dan membuang muka. Kau sudah siap dengan
seragam sekolahmu.
Sementara aku masih harus mengantarkan koran pagi kepada
lima rumah lagi. Selesai itu, aku bergegas pulang ke rumah.
Mengganti bajuku dengan seragam sekolah. Sarapan seadanya
dan kembali kukayuh sepeda.
"Hati-hati, Coky!" teriakan Emak dari dapur sering hanya
kudengar sayup-sayup.
http://inzomnia.wapka.mobi KOleksi
0

Ririn - Cintai Gue Kalo Berani!
Ririn - Cintai Gue Kalo Berani!
Cinderella... Oh Cinderella...

SD Harwa akan mengadakan pentas kesenian yang dihadiri semua orangtua siswa. Siang ini
saatnya Bu guru memilih pemeran dalam acara tersebut. Kelas yang sedang ramai dengan suara
anak-anak di siang itu adalah kelasnya Alendra dan saudaranya, Ditha.
"Oke. Sekarang siapa yang mau jadi Cinderella maju ke depan kelas," ucap Bu guru yang berdiri
di dekat papan tulis.
Beberapa saat tidak ada anak-anak yang mau maju, entah karena malu atau malas. Tapi Alendra
yang terkenal pemberani maju ke depan kelas.
"Saya mau, Bu." Dengan percaya dirinya, Alendra tunjuk tangan dan maju.
"Huu...!" Sorak anak-anak sekelas, terutama anak laki-laki.
"Ada lagi yang mau jadi calon Cinderella ?" Bu guru menambahkan.
Ini dia si ekor Alendra, Ditha. Akhirnya Ditha maju dengan malu-malu dan berdiri di sebelah
Alendra sambil memegang tangan Alendra. Meskipun kembar, tapi peribahasa 'bagai pinang
dibelah dua' nggak berlaku buat mereka. Alendra bisa dengan tenang berdiri di depan kelas tanpa

beban. Sedangkan untuk berdiri aja, Ditha masih belum tegap dan gemetaran. Nggak usah jauh-
jauh, dari penampilan aja udah ketahuan perbedaan di antara mereka. Alendra memiliki potongan

rambut pendek dengan model bob, sedangkan Ditha terlihat lebih mungil dengan rambut panjang
sepunggungnya.
Nggak lama kemudian, dua anak perempuan ikutan maju dengan ragu-ragu.
"Nah.....siapa yang setuju kalo Monic jadi Cinderella? Ayo angkat tangan," bimbing Bu guru. Bu
guru pun menghitung suara yang dikumpulkan untuk Monic. Hasilnya ada lima suara.
"Sekarang siapa yang setuju dengan Jessica?" lanjut Bu guru. Nggak berbeda jauh dari hasil yang
diperoleh Monic, Jessica mendapatkan enam suara.
“Nah, kalo untuk Ditha?” Kali ini tangan yang terangkat lebih banyak dari sebelumnya, lebih
dari 10 tangan. Menyadari keadaannya, Alendra sempat menunduk sedikit karena kecewa.
“Bu, saya setuju kalo Alendra yang jadi Cinderella!” seru salah seorang anak yang duduk di
pojok belakang sana. Dia adalah teman sebangku Alendra. Hanya dia yang memberikan suara
untuk Alendra.
0

Richelle Mead - Vampire Academy
Richelle Mead - Vampire Academy
AKU MERASAKAN KETAKUTANNYA sebelum mendengar jeritannya.
Mimpi buruknya berdetak ke dalam diriku, mengguncangku keluar dari mimpiku
sendiri: mimpi yang melihatkan sebuah pantai dan seorang cowok seksi yang
sedang mengoleskan krim antimatahari pada tubuhku. Citra demi citra―miliknya,
bukan milikku―bergantian mengusik pikiran: api dan darah, bau asap, sebuah
mobil yang ringsek. Semua gambaran itu menyelubungiku, terasa menyesakkan,
hingga akhirnya akal sehat mengingatkan kalau itu bukan mimpi-ku.
Aku terbangun, dengan helaian rambut panjang yang gelap menempel di kening.
Lissa berbaring di tempat tidurnya sambil menendang-nendang dan berteriak. Aku
bergegas turun dari ranjangku sendiri, dan cepat-cepat menyeberangi jarak sempit
yang memisahkan kami.
“Liss,” kataku sambil mengguncang tubuhnya. “Liss, bangun.”
Jeritannya langsung memudar, digantikan oleh gumaman pelan. “Andre,”
erangnya. “Ya Tuhan.”
Aku membantunya duduk. “Liss, kau sudah tidak di sana lagi. Bangunlah.”
Setelah beberapa saat, mata Lissa membuka, dan dalam keremangan cahaya aku
bisa melihat percikan kesadaran mulai menghampirinya. Napasnya yang memburu
mulai tenang dan Lissa menyandarkan tubuhnya kepadaku, meletakkan kepalanya
di bahuku. Aku memeluk sambil mengusap-usap rambutnya.
“Tenanglah,” aku berkata lembut. “Semuanya baik-baik saja.”
“Aku mimpi itu lagi.”
0

Richelle Mead - Shadow Kissed
Richelle Mead - Shadow Kissed
Jari-jarinya meluncur disepanjang punggungku, memberikan penekanan–
penekanan tertentu dibeberapa titik, mengirimkan gelombang gairah di seluruh
daging yang menempel ditubuhku. Perlahan-lahan, tangannya bergerak diatas
kulitku, turun ke samping perutku, kemudian berakhir di lekukan pinggulku. Tepat

di bawah telingaku, kurasakan bibirnya menekan leherku, diikuti oleh ciuman-
ciumannya, lalu yang lainnya,

kemudian yang lainnya....
Bibirnya bergerak lagi dari leherku kemudian pipiku dan akhirnya menemukan
bibirku. Kami berciuman, berpelukan hingga kami begitu dekat. Darahku terbakar
bersamaku, dan aku merasa lebih hidup saat ini daripada hidup yang pernah
kurasakan sebelumnya. Aku mencintainya, sangat mencintai Christian yang –
Christian?
Oh tidak.
Beberapa bagian dari diriku tiba-tiba menyadari apa yang sebenarnya terjadi –dan
ya Tuhan, hal ini membuatku kesal. Sebagiannya lagi, bagaimanapun juga, masih
saja pasrah menikmati kejadian ini, menganggap bahwa akulah yang sedang
disentuh dan dicium. Bagian dari diriku yang tidak mampu terlepas. Aku terlalu
dekat dengan Lissa, dan karena segala kedekatan dan maksud inilah semua ini
terjadi padaku.
Tidak, aku berbicara keras dengan diriku sendiri. 'Ini tidak nyata—tidak untukmu.
Pergi dari sana.
Tapi bagaimana aku bisa mendengarkan logika ketika setiap inci dari tubuhku
sedang terbakar gairah?
Kau bukan dia. Ini bukan kepalamu. Keluar.
Bibirnya. Tidak ada sesuatu apapun di dunia ini sekarang selain bibirnya.
Ini bukan dia. Keluar.
Ciumannya sama, benar-benar sama seperti ciuman yang kuingat kulakukan
dengannya. ...
Tidak, ini bukan Dimitri. Keluar!
Nama Dimitri seperti air dingin yang menampar wajahku. Aku berhasil keluar.
Aku duduk tegak di atas ranjangku, tiba-tiba merasa seperti habis tercekik. Ku coba

menendang selimutku menjauh, tapi ternyata hanya berakhir dengan terlilit dikaki-
kakiku. Jantungku berdetak cepat dalam dadaku, dan aku mencoba untuk menarik

napas dalam-dalam, berusaha perlahan-lahan mengatur menenangkan diri dan
kembali ke kehidupan nyataku sendiri.
0

Richelle Mead - Blood Promise
Richelle Mead - Blood Promise
SAAT AKU DUDUK di kelas sembilan, aku harus menulis sebuah laporan
mengenai sebuah puisi. Satu dari barisnya berbunyi, “Jika matamu tidak terbuka,
kau tidak akan pernah tahu bedanya bermimpi dan bangun.” Puisi ini sama sekali
tidak berarti apa-apa bagiku saat itu. Apalagi, ada seorang cowok yang aku suka di
kelas, jadi bagaimana mungkin aku bisa berharap untuk bisa memperhatikan
pelajaran analisis sastra? Sekarang, tiga tahun kemudian, aku sangat memahami apa
maksud puisi itu sebenarnya.
Sebab akhirnya, kehidupanku benar-benar terlihat seperti berada di tepian curam
mimpi. Ada beberapa hari dimana aku merasa aku sudah terbangun dan
menemukan kalau apa yang baru saja terjadi dalam hidupku tidak benar-benar
terjadi. Pastinya aku adalah seorang putri dalam tidur yang mempesona. Beberapa
hari kemudian, mimpi ini – bukan, mimpi buruk – akan berakhir, dan aku akan
mendapatkan pangeranku hingga mendapatkan akhir yang bahagia.
Tapi tidak ada akhir yang bahagia yang bisa ditemukan, paling tidak, tidak ada pada
masa depan yang sudah bisa ditebak. Dan pangeranku? Sebenarnya, ceritanya
panjang. Pangeranku sudah berubah menjadi vampir – seorang Strigoi secara
spesifik. dalam duniaku, ada dua jenis vampir yang tinggal dalam kerahasiaan dari
manusia. Moroi adalah vampir yang hidup, vampir baik yang mempunyai sihir
elemen dan tidak membunuh ketika meminum darah yang mereka butuhkan untuk
bertahan hidup. Strigoi adalah vampir kekal, abadi, dan tidak berperasaan, yang
membunuh siapa saja yang menjadi mangsa mereka. Moroi terlahir, Strigoi dibuat –
dipaksa atau keinginan sendiri – melalui jalan setan.
Dan Dimitri, pria yang aku cintai, telah dirubah menjadi Strigoi dengan paksaan.
Dia dirubah ketika pertarungan terjadi, sebuah misi penyelamatan dimana aku juga
menjadi salah satu bagian di dalamnya. Strigoi menculik Moroi dan dhampir dari
sekolahku, dan kami dijebak untuk menyelamatkan mereka. Dhampir adalah
makhluk setengah vampir-setengah manusia – diberkahi dengan kekuatan dan daya
tahan tubuh manusia, dan gerak refleks dan indra yang tajam dari Moroi. Dhampir
dilatih untuk menjadi pengawal, pengawal eksklusif untuk melindungi Moroi. Itulah
aku. Itulah Dimitri sebelumnya.
0

Ria N. Badaria - A Shoulder to Cry on
CUACA luar biasa panas pagi ini, saat cerita ini dimulai. Danu mengayuh sepeda sekuat-
kuatnya. Sepedanya bergerak cepat, menyalip lincah di antara ramainya kendaraan bermotor

yang memadati jalan raya Jakarta pagi hari. Sengatan matahari membuat peluh mulai
membasahi seragamnya, tapi tidak membuatnya memperlambat kayuhan, ia malah semakin
ngebut ketika memasuki sebuah kompleks perumahan.

Danu mengerem sepedanya tepat di depan rumah mungil berlantai dua bercat biru tua. Di
depan pagar teralis rumah itu berdiri gadis berseragam sama dengan Danu, rambut sebahunya
diikat satu asal-asalan, wajahnya cemberut.

―Lo lama banget sih? Udah jam berapa nih?‖ gerutu si gadis. ―Gue hampir jalan sendiri
ninggalin lo.‖

―Sori, Anka, gue bangun kesiangan. Tadi kan gue udah SMS lo kalo gue agak telat hari ini,‖
jelas Danu ngos-ngosan, seraya menghela napas dan mengelap keringat di dahinya.

Melihat Danu yang begitu kelelahan, gadis yang dipanggil Anka itu berhenti menggerutu,
meredam kekesalannya. Anka mengeluarkan sepedanya yang sengaja diletakkannya di
samping mobil inventaris kantor ayahnya.

―Berangkat, yuk! Takut telat nih, gue kebagian Kimia jam pertama, gurunya galak,‖ ajak
Anka, seraya naik ke sadel sepedanya, siap berangkat.

―Nggak pamit ibu sama ayah lo dulu, Ka?‖
0

thumbnail-cadangan
Razy Bintang Argian - MATEMACINTA -
Razy Bintang Argian - MATEMACINTA -
Sinopsis
Lengkap sudah daftar dosa yang dimiliki Rin. Cewek tomboy 17 tahun ini sering terlambat ke
sekolah, sering cabut, jarang bikin PR, langganan disetrap dan dipanggil guru BP, bahkan suka
nyuri mangga tetangga. Dan apesnya, waktu lagi nyuri mangga, Rin kepergok Rio, keponakan si
pemilik rumah.
Nasib sial masih membayangi Rin. Ternyata guru matematika pengganti di sekolah Rin
adalah..... Rio! Selain tetangga yang menyebalkan, bagi Rin, Rio ini juga guru yang
menyebalkan. Rio kayaknya hobi banget bikin perkara sama Rin. Mulai dari nama Rin yang
diganti jadi "Marmut", ngasih hukuman seabrek gara-gara Rin nggak ngerjain PR, bahkan Rio
sampai nantangin Tommy, cowok cakep gebetan Rin, tanding basket.
Tapi gara-gara Edwin, bocah nakal sepupu Rin, Rin sempat nonton bareng Rio di bioskop. Terus
pas Rin dikeroyok berandalan, Rio juga yang nyelamatin Rin. Sejak kejadian itu, mereka jadi
akrab dan berteman. Perlahan-lahan Rin mulai suka sama matematika, dan tanpa sadar dia juga
suka sama guru matematikanya itu.
Memang benar kata orang bijak, "Kita emang nggak bisa nentuin kapan dan pada siapa kita
jatuh cinta....."
0

Rani - Cinta Cewek Pengintai
Rani - Cinta Cewek Pengintai
PAGI yg indah. Terlihat seorang gadis cantik berumur 15 tahun bernama Rara Putri
Darmawan. Ayahnya keturunan jawa-sunda, sementara bundanya sunda-manado. meski sedikit
tomboy, sisi femininnya tetap terlihat. Rambutnya panjang lurus & sering dikuncir kuda, kulitnya
putih, pipinya berlesung & matanya indah dgn bulu mata yg lentik. pokoknya manis bgt deh.
Dengan T-Shirt merah & celana pendek hitam, dia terlihat membawa tas berisi peneropong &
kamera digital dgn 5 kali zoom & 5.1 megapixel. Tak ketinggalan walkman & topi jaring. Sesekali
terlihat kepalanya bergoyang mengikuti irama musik yg mengalun dari walkmannya.
Di sebuah taman perumahan elite, rara menghentikan sepedanya dan menyandarkannya
pada sebuah pohon rindang. Taman itu asri dikelilingi pepohonan di sekitarnya.
Tampak dari kejauhan seorang cowok berumur 17 tahun sedang berolahraga
menggunakan skipping rope. Dia memakai jaket biru & training putih. Dari balik pohon, rara
terlihat mengeluarkan kamera foto & mengarahkan lensanya ke cowok itu. ya, udah 2 tahun rara
mengintainya. peralatannya dari yg sederhana sampai yg tercanggih. 'makin keren aja tuh
samudra hidup gue. Apalagi dgn jaket biru sekarang. i'm still secret admirer until now' rara terlihat
tersenyum.
Cowok itu bernama samudra. Tepatnya Samudra One Sasongko. One menunjukan bahwa
dia adalah anak tunggal . Siswa SMA ini memang tampan. Tubuhnya tinggi dgn kulitnya yg putih.
Belum lg gaya rambutnya yg indies & muka blasteran Eropa Jawa, sehingga mirip bgt sama
Johnny Deep. Apalagi, pembawaannya jga tenang rara suka sama sam sejak SMP kelas 1. Sejak
rara melihat sdg main basket didepan rumahnya kebetulan, waktu itu rara baru saja pindah
ketempat tinggalnya yg sekarang. Disetiap kesempatan, rara selalu mencoba mengintai samudra.
memotret & kadang meneropongnya kebetulan rumah merekd berhadapan. Orang tua mereka
sebenarnya saling kenal. Ayah Sam adalah pengusaha kayu, sedangkan ibunya pengusaha
dibidang ritel.
Seorang cewek hitam manis berpipi chubby serta berambut pendek dgn T-Shirt biru & celana
pendek putih mendekati rara yg sedang asik mengintai samudra. Cewek itu menyandarkan

sepedanya tepat disebelah sepeda rara. sambil mengendap-endap, diap mengambil ancang-
ancang untuk mengagetkan rara.

"Duar
rr!!!" rara terkejut. teropong yg dia pegang pun jatuh.
"apaan sih mil! bikin gue kaget aja?" kata rara sambil mengambil teropongnya.
"sahabat gue yg cantik ini masih aja jdi cewek pengintai."rara mendorong mila.
"diam d
eh jangan resek."
0

Ahmad Fuadi - Berjuang di Tanah Rantau
Ahmad Fuadi - Berjuang di Tanah Rantau
Merantaulah. Gapailah setinggi-tingginya impianmu
Bepergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu
Melipur duka dan memulai penghidupan baru
Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji, serta
meluaskan ilmu

—Diadaptasi dari bait syair-syair Imam Syafi’i (767–820 M)


SAYA berdecak kagum membaca syair yang ditulis Imam
Syafi’i sekitar 1.200 tahun silam. Pada masa itu, bahkan
ketika belum ada pesawat dan mobil, ulama terkenal ini

sudah berkelana dengan unta, kuda, dan kapal layar. Wa-
lau perjalanan saat itu sulit, Imam Syafi’i sudah menganjur-
kan orang merantau jauh karena dia percaya merantau itu

mendatangkan paling tidak lima keutamaan.
Pada saat kita sedang bersedih dan berduka, sebuah
perjalanan bisa merawat luka dan menjadi obat penawar
pilu. Dengan perjalanan yang jauh dan keluar dari zona nya-
man, kita akan terpaksa melihat pemandangan yang berbe-
da dengan perspektif yang segar. Dari perubahan perspektif

itu akan terbuka berbagai kemungkinan baru. Mungkin itu
peluang baru, karier baru, atau rezeki yang baru.
Yang menarik, Imam Syafi’i melihat perantauan tidak
hanya dalam konteks mencari penghasilan dan kehidupan.

Tetapi, dia juga yakin bahwa perantauan akan membuka-
kan kesempatan untuk memperkaya peradaban kita, ber-
gaul dengan orang-orang yang terpuji, dan tentu saja

meluaskan ilmu pengetahuan. Jadi, menurut ulama terso-
hor ini, perantauan tidak hanya fisik, tetapi juga perantau-
an rohani dan intelektual. Membuat kita lebih bersyukur,

lebih memaknai hidup, dan lebih mencintai ilmu.

Kisah yang ada di dalam buku ini adalah racikan ce-
rita dari berbagai perantau yang bercerita manfaat dan

perjuangan mereka sebagai perantau. Beragam sudut
pandang, tetapi sama-sama mengalirkan semangat untuk
mencari kebaikan dari perjalanan ke luar negeri.
https://www.download-pdf.ikhsan.my.id/p/forbidden.html

Forbidden

0

Ran Orihara - Amazing Guardian 2
Ran Orihara - Amazing Guardian 2
Semua mata memandang tiga sosok yang berkilauan itu dari kejauhan. Ada yang berbisik-bisik,
ada pula yang diam-diam berusaha mengambil foto mereka melalui ponsel berkamera. Bukan
hanya pengunjung, bahkan para pramusaji di sana pun bolak-balik mencuri pandang ke sebuah
meja yang terletak paling ujung, tepat di samping jendela. Namun ketiga orang yang berada di
meja itu tidak terlalu peduli keadaan di sekitar. Selain karena sibuk berdiskusi tentang hal yang
krusial, sepertinya mereka juga sudah terbiasa menjadi pusat perhatian di kota Gifu, yang
memiliki sejarah panjang sejak Sengoku Jidai. 1 (1 Sengoku Jidai: Zaman Sengoku atau zaman
perang saudara di Jepang. Berlangsung sekitar tahun 1493-1573.)
“Jadi, apa kau mau menerimanya?” tanya Izumi sambil memandang Asa.
“Sudah jelas harus diterima dong.” Kaze yang duduk di sebelahnya langsung menimpali, “Kita
tahu sendiri, satu-satunya orang yang bisa mengendalikan Tuan Putri memang cuma Naito,
kan?”
“Benar juga.” Izumi mengangguk setuju, “Kurasa itu jalan terbaik.”
Brak! Asa menggebrak meja, “Kalian bisa serius sedikit nggak sih?” desisnya pelan. Meski ingin
membentak dengan suara lebih keras, namun ia terpaksa menahan diri. Karena bagaimanapun
juga, mereka berada di sebuah famiresu,2 (2 Famiresu: Singkatan dari family restaurant) yang
merupakan tempat umum. Asa jelas tidak mau mempermalukan diri sendiri kalau sampai
mengamuk di sini.
Kaze dan Izumi berpandangan, lalu sama-sama menghela napas panjang. Seolah memiliki
pemikiran yang sama.
“Tuan Putri, kurasa nggak ada lagi laki-laki yang lebih pantas untukmu daripada Naito,” ucap
Kaze sambil menyerumput segelas jus di depannya.
“Ya. Itu sudah pasti.” Izumi menguap lebar, tidak terlalu ambil pusing. “Saat teman-teman
sekelas menggosipkan kalian berdua, aku juga nggak begitu kaget mendengarnya. Apalagi
melihat sikap Naito padamu selama ini...”
Asa yang melihat kedua lelaki di depannya bisa begitu santai, jadi merasa konyol sendiri dengan
kegelisahannya. “Memangnya bagaimana sikap Naito padaku? Bukannya dia juga
memperlakukan semua orang sama rata?”
“Tentu saja tidak.” Kaze otomatis menggeleng sambil tersenyum lebar, “Karena selalu
bersamanya hampir sepanjang waktuk, makanya Tuan Putri nggak sadar. Mungkin hanya orang
buta yang tidak bisa melihat bagaimana dia begitu menjagamu.”
Sekarang Kaze benar-benar paham. Selama ini dia selalu menerka-nerka, bahkan kadang tidak
begitu mengerti dengan kedekatan yang tidak biasa antara Asa dan Naito, namun saat ini...
semua sudah jelas. Masalahnya sekarang, tinggal bagaimana keputusan si Tuan Putri setelah
mengetahui perasaan laki-laki itu padanya.
“Kamu terlalu manja pada kebaikan Naito.” Izumi memberikan komentar yang kontan membuat
Asa membelalak lebar. Dibanding Kaze, nada bicara laki-laki berkacamata itu jauh lebih tegas.
“Selama ini, Naito selalu di sisimu, mati-matian menahan perasaan karena tidak ingin
membuatmu susah. Sekarang, sudah waktunya kau lebih memperhatikan dia.”
Asa langsung menundukkan kepala. Ia sama sekali tidak mampu melawan perkataan Izumi,
kata-kata itu benar-benar tertancap di dalam benaknya. “Tapi aku nggak tahu harus
bagaimana....”
0

Ahmad Fuadi - Ranah 3 Warna
Ahmad Fuadi - Ranah 3 Warna
Mendaki Tiga Puncak Bukit

Aden duduk di sebelah atas ya. Dan seperti biasa, aden
pasti menang!” teriak Randai pongah, sambil memanjat
ke puncak batu hitam yang kami duduki. Batu sebesar gajah
ini menjorok ke Danau Maninjau, dinaungi sebatang pohon
kelapa yang melengkung seperti busur.

”Jan gadang ota. Jangan bicara besar dulu. Ayo buktikan
siapa yang paling banyak dapat ikan,” sahutku sengit. Aku
duduk di bagian batu yang landai sambil menjuntaikan kaki
ke dalam air danau yang jernih. Sekeluarga besar ikan supareh
seukuran kelingking tampak berkelebat lincah, kerlap-kerlip
keperakan. Dengan takut-takut mereka mulai menggigiti sela-
sela jari kakiku. Geli-geli.

Hampir serentak, tangan kami mengayun joran ke air yang
biru. Bukan supareh yang kami incar, tapi ikan yang lebih
besar seperti gariang atau kailan panjang. Randai sedang libur
panjang dari ITB dan aku baru tamat dari Pondok Madanidi
Ponorogo. Ini saat menikmati kembali suasana kampung kami:

https://www.download-pdf.ikhsan.my.id/p/forbidden.html

Forbidden

0

Ran Orihara - Amazing Guardian 1
Ran Orihara - Amazing Guardian 1
Malam itu sepi dan dingin. Bulan juga hanya membiarkan sebagian dirinya untuk menerangi
kegelapan kali ini. Tak seorang pun terlihat di kompleks perumahan ini. Hanya terdengar
suara angin berhembus kencang. Di depan sebuah balkon rumah bertingkat dua, terlihat
bayang-bayang orang yang berdiri.
Mereka mengeluarkan suara-suara berbisik seperti memberi aba-aba. “Si... siapa kalian?”
Suara anak laki-laki dari dalam ruangan itu terdengar panik. Pemilik rumah yang mendengar
suara asing di depan balkon kamar tidurnya langsung ternganga.
Melalui pintu geser transparan yang menyambungkan kamar dan balkon, ia bisa melihat

sosok-sosok misterius yang ada di sana. Tidak bisa ditutupi, ada perasaan takut yang tiba-
tiba membuatnya gemetaran. Laki-laki itu menelan ludah sekali sebelum akhirnya

memberanikan diri membuka pintu geser di depannya.
Wusss. Angin langsung menyeruak masuk dan menerbangkan kertas-kertas tugas
sekolahnya. Tiba-tiba...
Bukk!
Laki-laki itu jatuh ke belakang tepat ketika akan keluar. Belum sempat ia berdiri, tubuhnya
mendadak kaku karena melihat bayang-bayang itu mendekat, berdiri tepat di depannya.
Untung saja ada cahaya temaram dari kamar tidur yang sedikit membantunya di tengah
kegelapan. Ia sontak terkesiap. Kali ini, ia dengan jelas bisa melihat bentuk bayangan tadi
karena jarak mereka cukup dekat.

“Dari mana kalian masuk?? Apa kalian perampok?” Suara anak laki-laki itu bergetar. Cepat-
cepat ia berdiri menghadap mereka, bersikap defensif.

“Apa kami terlihat seperti perampok, Hanazawa Takahisa?” ucap salah satu bayangan.
Suaranya berirama merdu. Terdengar seperti suara perempuan muda.
“Dari mana kamu tahu namaku?” Laki-laki yang bernama Hanazawa Takahisa itu semakin
ketakutan, tapi ia tetap tak bisa mengalihkan pandangan dari wajah-wajah misterius yang
ada di depannya.
Sebab, mereka tidak terlihat seperti manusia biasa! Semuanya memakai pakaian serba
hitam, dengan jubah panjang yang menutupi bagian belakang tubuh mereka hingga
mendekati kaki. Hanya satu dari mereka yang berambut panjang dan menggunakan rok di
atas lutut dengan stocking yang juga berwarna hitam, satu-satunya yang diyakini Takahisa
sebagai perempuan dalam kelompok misterius itu. Lalu ada faktor lain yang membuatnya
terpana. Secara fisik orang-orang ini sangat unik, mereka memiliki mata serta rambut
dengan warna mencolok!
Takahisa masih takjub, ia tak sanggup menjawab pertanyaan dari orang-orang misterius
yang tiba-tiba ada di atas balkon rumahnya, ia terlalu kaget dan bingung. Bagaimana cara
mereka masuk dan naik ke sini? Kenapa mereka bisa tahu namaku? Apa iya penjahat
berpenampilan mencolok begini? Runtutan pertanyaan terus berputar di kepalanya.
“Guardian time!” Mendadak saja si perempuan misterius berkata dengan senyum manis.
Belum sempat Takahisa bereaksi, beberapa bayangan itu tiba-tiba menjentikkan jari mereka
bersamaan, lalu “GOTCHA!" ucap mereka sambil menunjuk wajah Takahisa dengan jari
telunjuk dan ibu jari, seperti membentuk sebuah pistol.
0

Putu Kurniawati - Ketika Elang Mencintai Dara
Putu Kurniawati - Ketika Elang Mencintai Dara
Dara. Begitu orangtuaku memberi nama. Pas aku masuk SD, nama itu jadi mengganggu banget.
Soalnya temanku yang iseng bilang bahwa namaku kayak nama burung. Sampai sekarang, di
saat aku sudah kelas X, nama itu masih mengganggu.
Waktu MOS kemaren, aku mesti bikin name tag, dan nama panggilan mesti dicantumkan di
name tag itu. Nggak mungkin aku pakai nama Dara. Aku masih punya nama belakang, Dara
Aurelia Hadikusuma. Jadi aku pakai nama Aurel.
“Aurel !?! Nama lo kebagusan! Ganti aja!” dia lalu membuka dan membaca namaku keras2
dengan nada jahat. “DARA Aurelia Hadikusuma!” terus dia bilang. “Gimana kalo lo pake nama
BURUNG DARA? Kayaknya lebih cocok. Besok name tag lo diganti pake nama itu, oke?
Jangan lupa, tulisanya mesti gede2!”
Jahat, kan?
Keadaanku sekarang kontras banget sama Elang, anak kelas XII yang baru pindah ke SMA
Republik (sekolahku) seminggu yang lalu. Cowok itu keren, tinggi, atletis, jago basket, dan
kabarnya pinter banget dikelas. Apalagi dia punya mata berwarna cokelat yang siap menyihir
siapa saja yang melihatnya. DIa kelas XII.
Aku mempunyai kakak bernama Adzy dia kelas XII juga.
Aku punya satu kelebihan. Badanku jangkung. Terakhir aku ukur tinggi badanku 174 cm. Nggak
beda jauhlah sama Elang yang kira2 tingginya 180 cm.
Saking kerenya Elang, Sasha (cewek kelas X paling popular di sekolah) ikut-ikutan masuk bursa
persaingan.
Shasa selalu bilang. “Gue cantik, gue smart, dan gue popular.” Sombong banget, kan?
Aku punya masalah yang lebih penting. Pak Bambang (guru fisika yang paling nyebelin di
sekolah) bilang kalo kemampuan aku dalam hitung-menghitung masih lemah. Aku dikasih PR
tambahan, sepuluh nomor lebih banyak dibandingkan teman-temanku. Dan dia bicara dengan
suara menggelegar. “Dara, khusus untuk kamu, kerjakan sepuluh nomor lagi pada halaman dua
puluh tiga. Kamu masih perlu banyak latihan!”
Padahal banyak anak lain yang nggak bisa jawab pertanyaan Pak Bambang. So, kenapa mesti
aku?
Siang ini aku mau ngerjain soal-soal itu di kantin, sambil nungguin Adzy ikut pembinaan
olimpiade sains. Tapi aku juga cukup jago matematika kok.
0

Putu Felisia - My Lovely Gangster
Putu Felisia - My Lovely Gangster
BANGKOK-THAILAND, pertengahan Juni.
Seorang pria berusia tiga puluhan duduk di sebuah ruangan gelap, mengamati layar komputer
sambil bertopang dagu. Seorang wanita cantik ikut mendampinginya, duduk bersandar dengan
manja sambil membelai bahu pria tersebut. Tidak ada yang istimewa dari pemandangan itu,
selain sepasang kekasih biasa. Hanya saja, saat itu masing-masing dari mereka menggenggam
pistol semi otomatis yang sama. Pistol dengan dua puluh butir peluru yang siap ditembakkan
daati magazen-nya, mengundang maut bagi musuh-musuh mereka.

Ruang sempit di sekeliling mereka berpendar redup, cahayanya mengenai sebagian wajah
sang pria. Tato naga hitam kecil melingkar di pelipisnya yang mulai berkerut. Konsentrasinya
terarah ke layar komputer. Mengamati refleksi gorong-gorong gelap di luar. Keadaan di sana
sangat bertolak belakang dengan ketenangan dalam ruangan. Suasana teramat kacau saat itu.
Roda-roda terbakar berserakan di sana-sini. Gorong-gorong penuh dengan sosok-sosok tubuh
berlumuran darah. Sebuah perkelahian besar sedang terjadi. Puluhan anggota geng terlibat baku
hantam di gang-gang sempit, memperdengarkan bunyi-bunyian berisik dari senjata mereka.
Linggis, parang, juga dongkrak mobil bergerak bergantian membentuk sebuah orkestra perang,
bersamaan dengan senjata-senjata lain yang beradu nyali. Berebutan menyesap kehidupan dari
sisa-sisa darah manusia.
0

Peter Blauner - The Devil's DNA
Peter Blauner - The Devil's DNA
Tak lama setelah melewati pintu gerbang besi dan keluar
menuju halaman hijau alam pedesaan Pemakaman Cricklewood,
Francis X. Loughlin mendapati ketenangan sore pertengahan
Oktober itu dikoyak oleh derak dan rintihan alat pengeruk
yang bekerja.
Ia menoleh ke sekeliling, berusaha mencari tahu di mana
mereka menggali. Kini tak ada apa-apa lagi di tempat benda itu
sebelumnya berada. Sebuah debam logam keras lain membuat
sekelompok angsa terbang tinggi di atas makam besar di sisi
Kolam Cypress. Ia mengawasi burung-burung itu menghilang
dari jarak pandangnya, tepat sebelum ia memperkirakan, satu
lagi pertanda terganggunya keserasian alam.
Dua puluh tahun.
Ia mengambil sisi sebelah kiri malaikat granit pertama dan
mengikuti suara mesin-mesin di Hemlock Avenue, melewati
kebun jambangan berpayung rimbunan daun, rangka kayu peti
mati, dan peti-peti mati di atas tanah, tempat orang-orang
terkemuka beristirahat tak jauh dari para kuli pelabuhan,
biarawati bersebelahan dengan atlet-atlet bintang baseball,
Putri India di sebelah Raja Glamor, yang Wafat Alamiah
berdampingan dengan mereka yang Mati Mendadak.
0

Orizuka - The Truth about Forever
Orizuka - The Truth about Forever
Neighbour from Mars
Kereta jurusan Jakarta- Yogya berjalan tenang di antara persawahan. Di dalam kereta itu,
seorang cowok berumur dua puluh tahun tertidur dengan mulut separuh terbuka. Suara dentumdentum
keras terdengar dari headphone besar yang merosot dari telinganya dan malah melingkari
lehernya.
Seorang anak perempuan menatap wajah cowok di depannya itu dengan cermat. Ibu dari anak
perempuan itu juga sedang terkantuk-kantuk. Anak perempuan itu bangkit dan mendekati cowok
di depannya. Dia memperhatikan iPod yang ada di tangan cowok itu, lalu menjulurkan tangan,
bermaksud menyentuhnya.
"Jangan!" seru cowok itu, membuat anak perempuan itu tersentak kaget. Namun, mata cowok itu
masih terpejam. Rupanya, dia hanya mengigau.
Anak perempuan itu menghela napas lega, lalu kembali menjulurkan tangannya. Tiba-tiba,
cowok iti bergerak gelisah.
"Jangan! Lepasin gue!! JANGAN!!!" seru cowok itu.
Si anak perempuan terlonjak kaget dan akhirnya jatuh terduduk dengan wajah pucat pasi.
"Ada apa?" kata ibu dari anak itu. Rupanya ibu itu terbangun karena teriakan keras si cowok.
"Ada apa, Lani?"
Anak perempuan bernama Lani itu dengan segera menangis, lebih karena kaget. Ibu si anak
menenangkannya, lalu melirik tajam ke arah cowok tadi.
Yogas, si cowok tadi, masih terlalu kaget dengan mimpinya. Mimpi buruk yang sudah sekian
tahun mengganggunya. Yogas menyeka keringat dingin yang mengalir deras di wajahnya, lalu
menatap si ibu yang juga menatapnya tajam.
"Oh. Maaf, Bu," kata Yogas setelah melihat Lani masih terisak meski dia tak tahu persis apa
kesalahannuya.
Si ibu tidak begitu peduli dengan permintaan maaf Yogas, bahkan membuang muka. Yogas
menggigit bibirnya merasa bersalah, lalu membetulkan duduknya. Setelah memastikan si ibu
tidak kembali menatapnya, Yogas membuang pandangannya ke luar jendela. Kereta masih
melintasi persawahan.
Yoga menghela napas berat mengingat mimpinya tadi. Tanpa sadar, tangannya mencengkeram
lengan kirinya erat.
0
 
Download PDF