Loading...

Lusiwulan - Pasangan (Jadi) Jadian
Lusiwulan - Pasangan (Jadi) Jadian
Malam,memutar otak.
Priyayi memekik. Bibirnya membuka, matanya berbinar. "Ya, ya, ya.... Sewakan kamar! Ide
bagus," gumam Priyayi. Matanya tetap mengikuti jalannya film South Kensington yang DVD-nya
ia sewa tadi dalam perjalanan pulang ke rumah, tapi konsentrasinya terpecah sudah.
Apa pasal cewek manis ini sampai memekik "Sewakan kamar"?
Dimulai dari keinginan Priyayi yang telah terpendam sekian lama. Lama-lama status keinginan
tersebut memuncak menjadi impian besar. Dan menurutnya sekarang inilah saatnya impian itu
harus mulai diungkapkan kepada pihak-pihak yang diperkirakan mampu dan akan menjadi
sponsor untuk mewujudkan impiannya tersebut dalam jangka waktu relatif cepat.
Mau tahu apa impian Priyayi itu?
Benua Eropa.
Memang sih orangtua Priyayi termasuk dalam golongan orang kaya yang mampu pergi ke
belahan bumi mana saja kapan saja.
Jadi ke Eropa bukanlah hal yang sulit diwujudkan. Sekarang masalahnya yang diimpikan Priyayi
lebih dari sekedar berangkat, check-in hotel, keliling kota, jalan-jalan ke tempat wisata, beli
cendera mata kemudian pulang.
Yang diinginkan gadis itu adalah keliling di negara-negara besar Eropa dalam rentang waktu
yang tidak terbatas. Kalau di-rating mulai dari 1 sampai 5, dengan 1 adalah berminat dan 5
adalah bosan, maka rating yang diinginkan Priyayi adalah 5. Oke, 4 tak apa-apalah(4 adalah
tidak ada lagi tempat menarik bagiku).
Dia mengincar kota-kota besarnya, menikmati hotel, kafe, restoran, tempat clubbing, dan
perawatan kecantikan. Semua dengan fasilitas kelas satu. Terlebih, Priyayi kepingin banget
belanja di butik-butik desainer kelas dunia, langsung di kota asal mereka. Ia mengincar Milan,
London, Paris sesuai dengan yang dibacanya di majalah-majalah atau yang ia tonton di jaringan
TV kabel.
"Haaa?" Mamanya melongo mendengar penuturan anak perempuannya." Kamu gila atau
apa,Nak?"
"Ih...., Mama,biasa aja deh!"
"Mana bisa dianggap biasa?! Kalau satu-dua minggu dan cuma jalan-jalan sih nggak apa-apa,
mama dan papamu bayarin semua, tapi ini.....?! Buang-buang duit namanya! Mendingan
dialokasikan untuk sesuatu yang lebih penting atau untuk kegiatan sosial," oceh Mama.
"Ma, nanti aku tambahin pake tabunganku. Nggak sekarang kok, masih beberapa tahun lagi."
"Kenapa nggak Mama dan Papa saja yang nambahin?" celetuk Papa angkat bicara.
Sebenarnya jawabannya sudah bisa ditebak. Papa hanya ingin menyindirnya. Mama
mengangguk-angguk tanda mendukung.
"Potong warisan deh..."
Kontan mama dan papanya tergelak,
"Yakin amat ada warisan buatmu," seloroh Mama.
"Yakin donk, kalian memang kadang suka bikin sebal, tapi kalian masih tetap orangtua yang baik
dan peduli terhadap anak-anaknya," sahut Priyayi, ada unsur merayu didalamnya.
"Berarti setengah pembayaran rumahmu dan membayar penuh mobilmu tanpa memotong
warisan," timpal mamanya penuh kemenangan.
Papa merangkul bahu anaknya dan bertukas," Karena kami sebagai orangtua terlalu baik, kami
akan membayari tiket pesawat pulang-perginya."
"Ditambahi biaya hotel dan jajan seminggu juga nggak apa-apa, Pa?" usul Mama seraya
tersenyum bak malaikat penuh ampunan. Papanya ikut-ikutan. Priyayi tambah manyun. Yaah.....
Memang nggak bisa berharap banyak dari orangtuanya.
0

Luna Torashyngu - Victory
Luna Torashyngu - Victory
Raka membuka selimut yang nutupin badannya sejak semalam. Sambil memicingkan
matanya yang masih setengah terbuka, dia berusaha menajamkan pendengaran, kayak
ngedenger sesuatu.
Suara bel? tanya Raka dalam hati.
Sayup- sayup memang tetdengar suara bel rumahnya. Suara itulah yang membangunkan
cowok tersebut dari alam mimpinya. Raka melihat jam yang tergantung pada dinding
kamarnya. Pukul delapan lewat dikit!
Siapa sih yang iseng mainin bel!!? Ngeganggu orang tidur aja! gerutu Raka. Dia memang
baru tidur setelah subuh, karena nonton pertandingan sepak bola di TV. Mumpung lagi libut
kenaikan kelas, dia berniat untuk tidur sampai siang. Tadinya Raka membiarkan suara bel itu.
Mungkin aja rumah akan dikira kosong, dan tamu yang tak diundang itu cepat pergi.
Dugaannya benar! Beberapa saat kemudian suara bel berhenti. Raka menarik napas lega,
kemudiak menarik selimutnya, bermaksud tidur lagi. Tapi baru matanya hendak terpejam
kembali, suara bel itu terdengar lagi.
Ya ampuun!! jerit Raka dalam hati.
Siapa sih!? Emang tuh orang gak ada kerjaan lain selain ngegangguin orang tidur!?
Dengan mata masih setengah terpejam, Raka mencoba bangkit dari tempat tidurnya.
Terhuyung- huyung dia membuka pintu kamarnya di lantai atas. Dan karena belum
sepenuhnya kembali ke alam nyata, Raka sempat menabrak meja kecil di ruang tengah. Dia
mengerang kecil menahan sakit.
"Iyaaa tunguuu...!!!" teriak Raka kesal sambil mengusap- ngusap lututnya yang terbentur
meja. Lumayan sakit.
Raka menuju pintu depan rumahnya, dengan membuka pintu dengan wajah siap perang. Dia
bermaksud "menyemprot" orang dibalik pintu, nggak peduli siapa dia.
"Ini rumah Raka, kan?"
Raka yang siap marah jadi melongo. Di depannya berdiri cewek berambut pendek dan bertopi
merah. Cewek itu mengenakan T-shirt putih dibungkus jajet jins biru, sama dengan celana
jinsnya, dan sepatu kets putih. Di samping cewek itu tergeletak ransel ukuran besar.
"Heh! Kok bengong? Bener ini rumah Raka?" tegur cewek itu lagi.
Raka baru tersadar.
"Lo Raka?"
"Iya. Emang kenapa?"
"Kenapa lo gak jemput gue?"
"Jemput lo?" Raka heran dengan pertanyaan cewek di depannya.
"Papa udah ngasih tau lo, kan? Atau lo pura- pura lupa?"
Selagi Raka kebingungan, cewek itu nyelonong masuk ke rumahnya.
"Eh...."
"Ya udah, lupain aja! Asal lo ntar bisa jawab kalo Papa nanyain."
0

Luna Torashyngu - Mawar Merah Mosaik
Luna Torashyngu - Mawar Merah Mosaik
Miami, Florida, Amerika Serikat
Malam itu di sebuh villa mewah yang terletak di tepi pantai Miami, sedang
berlangsung pesta. Pesta merayakan keberhasilan James Whitman, yang
terpilih sebagai gubernur Florida untuk yang kedua kalinya. Sekitar seribu
undangan menghadiri pesta itu, kebanyakan terdiri atas pejabat pemerintahan,
pengusaha, serta kawan-kawan politik James Whitman.
Dengan banyaknya orang penting yang datang, tak heran penjagaan di sekitar
tempat pesta yang sehari-harinya merupakan tempat peristirahatan Gubernur
Whitman sangat ketat. Puluhan penjaga, baik dari pihak kepolisian yang
berpakaian seragam maupun tidak, dan para pengawal pribadi masing-masing
tamu bertebaran di sekitar lokasi. Jika para petugas kepolisian mengawasi
keamanan secara keselurihan, maka para pengawal pribadi itu lebih
memusatkan perhatiannya untuk menjaga orang yang dikawalnya. Ketatnya
penjagaan juga tamopak di pintu masuk. Di depan pagar, para tamu yang hadir
diperiksa dengan sangat ketat. Hanya tamu yang membawa undangn yang
boleh masuk, kecuali jika tamu tersebut telah dikenal seperti pejabat
pemerintah. Penjagaan yang ketat ini karena kemenangan James Whitman
atas saingannya kali ini sangat tipis, kalau tak bisa dibilang agak kontroversial.
Oleh karena itu penjagaan berlapis dilakukan untuk mengantisipasi tindakan
yang tidak diharapkan dari kubu pesaingnya.
Di tengah ketatnya penjagaan, tampak sesosok tubuh mengendap-endap dari
arah bibir pantai yang hanya berjarak lima puluh meter dari tembok pembatas
villa. Sekitar saepuluh meter dari tembok, sosok yang berpakaian serba hitam
dan membawa ramsel itu berhenti sejenak. Dua penjaga berrtuksedo hitan
yang masing-masing memegang senapan otomatis berjalan melewati tembok
pembatas tersebut. Keadaan sekitar yang berbatu-batu dan gelapnya malam
memungkinkan sosok penyusup itu tidak terlihat, walau jaraknya sangat dekat.
Setelah kedua penjaga tadi berlali dan keadaan aman, sosok itu bergerak
menuju tembok. Sejenak dia memandang ke arah tembok setinggi lima meter
dengan puncak dihiasi lingkaran kawat. Sekilas tembok itu tembok biasa yang
mudah dilewatu, tapi sosok itu tahu kawat tersebut beraliran listrik 200.000
Volt, yang dapat membuat siapapun yang menyentuhnya menjadi dendeng.
0

Luna Torashyngu - Mawar Merah Metamorfosis
Luna Torashyngu - Mawar Merah Metamorfosis
Los Angeles di musim gugur...
Malam itu puluhan mobil polisi berkumpul di sekeliling sebuah gedung tua yang tampak kosong
dan tidak terawat di salah satu sudut kota. Mereka semua menatap ke arah gedung bekas
apartemen yang sekarang tampak gelap gulita karena tidak adanya aliran listrik.
“Tim SWAT telah siap di posisi,” kata salah seorang petugas kepada seorang pria berjas. Pria itu
adalah Kapten Rick Malhey, kepala posisi yang memimpin satuan polisi-polisi tersebut.
“Yakin dia masih berada disana?”
“Menurut patugas yang mengejarnya, sejak masuk ke gedung itu hingga sekarang, tidak ada
tanda-tanda dia telah keluar. Mereka langsung memblokade area sekitargedung saat itu juga.
Lagi pula dia telah terluka terkena tembakan di tempat kejadian.”
Pria yang lebih tinggi menoleh ke arh rekannya.
“Suruh tim SWAT segera masuk.”
BRAKK!!
“Maju!”
Satu tim penyergap dari Special Weapons And Tactics (SWAT) memasuki gedung tua yang
gelap gulita. Enam orang anggota tim berpakaian lengkap dengan penutup kepala itu memeriksa
setiap sudut ruangan yang mereka masuki dengan saksama dengan bantuan cahaya pada ujung
senjata masing-masing.
“Clear!” kata salah seorang anggota tim. Disusul dengan seruan yang sama dari anggota tim
yang lainnya.
“Di sini tim Alpha. Kami berada di tingkat lima. Tersangka belum ditemukan.”
“Di sini tim Bravo. Kami akan langsung menyisir tingkat tujuh.”
Di sudut sebuah ruangan di lantai delapan, seorang gadis berambut hitam pendek dan
berpakaian serba hitam terduduk lemas. Peluh membasahi wajahnya. Kedua tangan gadis itu
memegangi paha kirinya yang mengeluarkan darah. Paha itu luka terkena tembakan. Potongan
kain yang di gunakan untuk membalut paha itu tidak bisa menghentikan darah yang mengalir
tanpa henti.
Suasana gedung yang kosong membuat gadis itu dapat mendengar langkah-langkah kaki yang
bergerak ke arahnya. Apalagi langkah kaki tu di iringi dengan teriakan-teriakan yang terdengar
sangat jelas. Gadis yang berusia sekitar 20 tahunan dengan wajah khas Asia Timuritu melirik ke
arah tangan kanannya yang sedang menggenggam sebuah pistol semi otomatis. Dengan pistol
inilah dia telah mengambil nyawa beberapa orang yang mencoba mencegahnya lolos, temasuk
tiga orang anggota polisi.
Mereka pasti tidak akan melepaskanku! batinnya.
Di dalam pistol yang di genggamnya kini hanya tersisa beberapa butir peluru. Tidak seimbang
dengan jumlah anggota tim SWAT yang masing- masing membawa senapan otomatis. Walau
begitu gadis tersebut telah bertekad tidak akan menyerah. Dia lebih baik mati daripada
tertangkap. Suara derap kaki makin mendekat ke arahnya. Di luar gedung, sebuah helikopter
milik LAPD yang dilengkapi dengan lampu sorotnya ke dalam gedung, membuat keadaan di
dalam sedikit terang dan terlihat dari luar. Gadis tersebut sedikit menundukkan kepalanya untuk
menghindari sapuan sinar dari lampu sorot yang dapat memberitahukan keberadaannya.
Sementara itu, salah satu tim SWAT telah naik ke lantai 8.
Sekarang saatnya!
Dengan tertatih-tatih, gadis tersebut menuju pintu. Dia mencoba berpindah dari satu sudut
apartemen lainnya, mencari celah untuk meloloskan diri, kalau ada. Suara lain dari sisi yang
berlawanan menarik perhatiannya.
Itu pasti tim SWAT lain!
0

Luna Torashyngu - Mawar Merah Matahari
Luna Torashyngu - Mawar Merah Matahari
Nagoya, Jepang
Lonceng tanda jam pelajaran telah berakhir berbunyi. Ratusa siswa SMA Kawamai berhamburan
keluar dari kelasya masing-masing.
Seorang gadis remaja berjalan pelan menuju gerbang sekolah. Wajahnya yang cantik
menunduk, hingga tertutup rambutnya yang panjang terurai.
"Azuka!"
Panggilan itu membuat si gadis menoleh. Seorang gadis lain berambut dikepang dua dan
seorang pemuda berbadan tinggi besar dan berjaket kulit menghampirinya.
"Hai, Rue...," sapa Azuka.
"Hai..." Gadis yang dipanggil Rue itu membalas.
"Kau pulang naik apa?" tanya Rue.
"Seperti biasa, naik bus," jawab Azuka.
"Sebaiknya kau pulang bersama kakakku saja. Biar dia mengantarmu dengan motor," kata Rue
sambil melirik pemuda yang disebelahnya yang ternyata kakaknya.
"Kau sendiri?" tanya Azuka.
"Aku bisa pulang naik busa atau taksi."
Azuka menatap Rue dan kakaknya.
"Terima kasih, tapi aku tidak mau merepotkan. Aku naik bus saja," kata gadis itu kemudian.
"Azuka..."
Rue mnarik tangan Azuka, agak menjauh dari kakaknya.
"Orang yang kau bilang selalu menguntitmu... dia masih ada?" tanya Rue dengan suara lirih.
"Entahlah. Aku tidak melihatnya saat berangkat sekolah tadi pagi. Mudah-mudahan dia sudah
pergi," jawab Azuka.
"Yuchi adalah juara karate di kampusnya. Dia bisa melindungimu dari penggemar gelapmu," ujar
Rue mempromosikan kakaknya.
"Terima kasih. Tapi sungguh, aku tidak apa-apa. Aku naik bus saja."
"Sungguh?"
"Iya. Lagi pula kalau ada apa-apa, aku bisa lari ke kantor polisi terdekat atau tempat yang aman.
Aku kan juara lari di kelas."
0

Luna Torashyngu - Love-Detective
Luna Torashyngu - Love-Detective
Awal di Sekolah

Bandung di pagi yang cerah...
Abit memacu motornya menembus jalan-jalan kota Bandung yang belum
begitu ramai. Jarum jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh kurang, tapi
cowok kelas 3 SMA itu udah dekat dengan sekolahnya. Padahal sekolah baru
dimulai jam tujuh, dan jarak antara rumah dan sekolah dapat ditempuh
dengan motor dalam waktu setengah jam kalo pake mode santai, dan lima
belas menit kalo ngebut. Dan melihat kecepatan NSR150 yang dipakai Abit, dia
gak mungkin sedang dalam mode santai.
Sedikit lagi, beberapa ratus meter lagi dia akan sampai. Gedung sekolahnya
udah kelihatan. Ini pertama kalinya Abit masuk sekolah setelah libur semester
dua minggu. Sekarang dia harus serius belajar, gak boleh maen-maen karena
sebentar lagi akan menghadapi ujian kelulusan.
Di sebuah perempatan kecil, Abit mendadak mengerem motornya. Sebuah
NSR150 lain membelok dari sebelah kirinya dengan kecepatan tinggi.
Pengendaranya memakai helm tertutup dan berjaket serta bercelana parasut
warna biru.
Sial! umpat Abit. Dia kembali memacu motornya, mengejar motor yang tadi
memotongnya. Motor yang dikejarnya memperlambat lajunya begitu dekat
sekolah Abit, karena di situ agak ramai. Lalu dia berbelok memasuki halaman
SMA 41, tempat Abit sekolah.
Abit mengikuti motor di depannya. Motor itu berhenti di tempat parkir untuk
siswa-siswi SMA 41. Abit memarkir motornya di sebelah motor itu.
Pengendara motor di sebelahnya turun, dan melepaskan helm. Ternyata dia
cewek. Rambutnya panjang seleher dan tampak kaku, persisi gaya rambut
cewek di anime-anime Jepang yang sekarang lagi tren dan disebut J-style. Abit
mengenalnya sebagai Oyien, teman sekolahnya yang juga tetangganya. Rumah
Abit berada beberapa rumah di seberang rumah Oyien.
"Payah lo..." ujar Oyien singkat sambil tersenyum mengejek. "Gue kirain gak
ketemu gue dua minggu, skill lo udah meningkat. Ternyata makin ancur aja.
0

Luna Torashyngu - D Angel
Luna Torashyngu - D Angel
San Diego, Amerika Serikat, menjelang tengah malam...

SEORANG remaja pria berusia sekitar tujuh belas tahun memasuki terminal bus luar kota.
Wajahnya menunjukkan remaja itu bukan penduduk Amerika Serikat kebanyakan, tetapi
berasal dari Asia, tepatnya Melayu. Ukuran tubuhnya juga bukan ukuran rata-rata orang
Amerika. Ekspresi wajahnya tampak kelelahan, tapi juga tegang dan sedikit ketakutan. Udara
dingin yang menghinggapi San Diego malam ini tak mampu mencegah tubuhnya berkeringat
di balik jaket parasut hitam tebal yang ia kenakan. Berulang kali dia menyibak poni yang
menutupi keningnya yang basah berkeringat.

Setelah berdiri sejenak di depan pintu terminal sambil melihat ke sekelilingnya, cowok itu
mengambil HP dari dalam saku jinsnya. Saat ini terminal bus memang sepi. Maklum tengah
malam. Cuma ada beberapa bus dan orang yang berada di dalam terminal.

“Anda tersambung dengan mailbox. Silakan tinggalkan pesan setelah tanda berikut ini...”

“Shit!” makinya. Sejak tadi dia mencoba menghubungi nomor yang sama, tapi tetap tak
tersambung. Dia menunggu sejenak sebelum terdengar bunyi “bip” di HP-nya.

“Kak, ini Faizal. Apa yang pernah dikhawatirkan Ayah akhirnya terjadi juga. Sekarang Faizal
akan lari ke LA, ke tempat Mr. Wischbert seperti pesan Kakak kalo terjadi apa-apa. Kakak
cepat telepon Faizal kalo denger pesan ini. Doain Faizal selamat ya, Kak...”

Pandangan mata remaja bernama Faizal itu terpaku pada satu titik; dua pria dewasa bermantel
serbahitam baru saja muncul. Salah seorang dari mereka melihat ke arahnya dan menggamit
rekannya.

“Shit!”
0

Luna Torashyngu - D Angel Rose
Luna Torashyngu - D Angel Rose
TEEETTT...

Bel tanda masuk berbunyi. Ratusan siswa-siswi SMA Triasa mulai masuk ke kelas masing-
masing. SMA Triasa terletak di dekat salah satu pusat keramaian di Jakarta Selatan.

Gedungnya berlantai tiga, dengan fasilitas pendidikan yang cukup lengkap. Nggak heran kalo
SMA ini termasuk salah satu SMA swasta favorit di Jakarta.

Suasana kelas 2IPA1 di lantai dua masih ramai. Memang belum ada guru masuk ke kelas itu.
Rencananya jam pertama adalah pelajaran fisika. Lumayan buat penyegaran otak di pagi hari!

“Pak Anggoro dateng!”

Teriakan itu kontan membuat seluruh penghuni kelas 2IPA1 menuju meja masing-masing,
dan bersikap seolah-olah mereka anak yang manis. Guru fisika mereka, Pak Anggoro terkenal
galak. Jangankan ribut di kelas, berani batuk aja bisa langsung dipelototin.

Ada sebuah meja di tengah kelas yang kosong. Nggak kelihatan dua penghuni meja itu.

“Pada ke mana mereka?” tanya seorang cowok berambut pendek yang duduk di bangku
belakang pada teman sebangkunya.

“Yang gue tau Dina lagi sakit, tadi gue liat suratnya dipegang Patton,” jawab temannya.

“Kalo dia?”

“Mana gue tau? Emang gue pikirin?”

“Pantes aja. Tumben nih kelas rada damai.”
0

Luna Torashyngu - D Angel Princess
Luna Torashyngu - D Angel Princess
SEORANG anak perempuan berusia sekitar dua belas tahun duduk bengong sendirian di
ruang tunggu Bandar Udara Hasanuddin, Makassar. Di sekitarnya tergeletak dua tas besar
dan sebuah tas kecil. Kelihatannya anak itu bosan duduk terus. Pengin rasanya dia jalan-jalan
di sekitar ruang tunggu yang ramai siang ini. Tapi, dia ingat pesan mamanya;

“Fika, kamu tunggu di sini dulu, ya? Jaga tas-tas kita dan jangan ke mana-mana. Mama mau
ngurus tiket dulu.”

Itu pesan mamanya sejam yang lalu. Sampai sekarang mamanya belum juga balik. Fika
mencoba mengalihkan pandangannya ke ruangan tempat tadi mamanya masuk, tapi dari
tempat duduknya dia nggak bisa lihat ke dalam ruangan.

Mama kok lama sih? batin Fika. Dalam hati dia mengutuk kekacauan administrasi maskapai
penerbangan yang membawa dia dan mamanya dari Jayapura ke Jakarta. Ketidakberesan itu
membuat mereka nggak dapet pesawat saat transit di Makassar, padahal seharusnya semua
udah beres sampe Jakarta. Ketidakberesan itu juga yang menyebabkan mereka dan sebagian
penumpang lainnya tertahan tanpa kepastian di ruang tunggu bandara selama tiga jam sampe
saat ini dan menyebabkan mama Fika sibuk mondar-mandir ngurus tiket supaya mereka bisa
terbang ke Jakarta.

Bete duduk menunggu, Fika bermaksud jalan-jalan. Nggak jauh-jauh, di sekitar tempat
duduknya saja, hingga dia masih bisa mengawasi barang bawaannya. Lagi pula ada stan
koran dan majalah di ruang tunggu, nggak jauh dari tempat duduknya. Fika pengin membeli
salah satu komik buat bacaan selama nunggu.

Baru aja beberapa langkah dari tempat duduknya, seseorang menabrak Fika, membuat dirinya
hampir terjatuh. Si penabrak malah jatuh beneran.

“Kalo jalan yang bener dong!”
0

Luna Torashyngu - BEST OF THE BEST
Luna Torashyngu - BEST OF THE BEST
Jakarta, pukul 10.00

RUANG utama PT Dharma Bhakti, salah satu perusaha-
an multiusaha yang besar, diselimuti kesibukan luar

biasa. Hampir semua karyawan di perusahaan tersebut
sibuk di depan komputer masing-masing.
”Tidak bisa?” tanya salah seorang dari mereka yang
memakai dasi, sambil berdiri di belakang temannya. Yang

ditanya hanya menggeleng, tanpa sedetik pun mengalih-
kan pandangannya dari layar komputer. Pria berdasi itu

menggigit bibir bawahnya, menahan kegusarannya. Semen-
tara itu dering telepon bersahut-sahutan tidak hanya di

ruangan itu, tapi juga hampir seluruh ruangan kantor PT
Dharma Bhakti.
0

Lovasket 3 -Luna Torashyngu
Lovasket 3 -Luna Torashyngu
RIUH rendah suara penonton terdengar bergemuruh di dalam GOR C‟tra Karena Bandung. Malam ini di
GOR itu berlangsung pertandingan Women National Basket League (WNBL), yaitu liga basket wanita
profesional Indonesia. Yang bertanding saat ini adalah tim basket tuan rumah Puspa Kartika melawan
tim basket dari Jogja, Mataram Putri.

Pertandingan telah memasuki quarter terakhir. Saat ini tim tuan rumah masih unggul tipis 63-58.
Jalannya pertandingan memang berlangsung ketat. Tim tamu bahkan sempat unggul di quarter pertama
sebelum akhirnya tim tuan rumah perlahan-lahan mengejar dan bisa berbalik unggul.

Lemparan ke dalam untuk tim Puspa Kartika di daerah pertahanan tim Mataram Putri. Clara melakukan
lemparan ke dalam pada Lusi. Dribel sebentar, Lusi coba melewati seorang pemain lawan. Dia berhasil,
tapi center lawan telah menghadangnya. Nggak mau ambil risiko kehilangan bola, Lusi mengoper bola
pada Rida yang nggak terjaga. Tanpa membuang waktu Rida langsung melakukan tembakan pada
daerah tiga angka.

Gagal! Tembakan Rida hanya mengenai pinggiran ring, dan bola kembali memantul ke lapangan
pertandingan.

Saat bola akan jatuh ke tangan salah seorang pemain Mataram Putri, shooting guard Puspa Kartika
tiba-tiba melompat menyambar bola tersebut dan langsung melakukan gerakan slam dunk untuk
memasukkan bola kembali ke ring!

Masuk!

Vira mencetak angka dengan gaya yang mengagumkan.
1

Lovasket 2 - Luna Torashyngu
Lovasket 2 - Luna Torashyngu
DUK!
“Aduh!”
Hampir aja Niken jadi korban hantaman benda bulat berwarna oranye yang
meluncur deras ke arahnya. Hampir, karena benda itu cuman nyerempet bahu
kirinya dikit.
“Eehh... maaf, Kak...,” ujar seorang cowok kelas satu yang datang menghampiri
Niken.
“Liat-liat dong kalo maen!” sungut Niken sambil memperhatikan cowok yang
mengambil bola basket yang tergeletak nggak jauh dari tempat Niken berdiri itu.
“Salah kamu sendiri, siapa suruh berdiri di dalam lapangan...” Terdengar suara
cowok dari arah samping Niken. Niken menoleh dan melihat Rei yang tau-tau udah
berdiri di sampingnya.
“Eh... itu...” Niken baru sadar dia emang berdiri sedikit di dalam lapangan
basket. Untung cowok kelas satu yang tadi melempar bola ke arahnya udah pergi,
jadi nggak melihat wajah Niken yang memerah menahan malu.
“Emang kamu mikirin apa sih? Sampai nggak sadar berdiri di dalam lapangan?”
tanya Rei sambil cengar-cengir.
“Kamu liat Vira, nggak?” tanya Niken tanpa basa-basi.
“Kamu nyariin Vira?” Rei malah balik nanya.
0

Lovasket 1 -Luna Torashyngu
Lovasket 1 -Luna Torashyngu
5... 4... 3... 2... 1...
Bersamaan dengan suara bel tanda berakhirnya pertandingan yang menggema di Gedung
Basket Senayan, Jakarta, puluhan penonton langsung masuk lapangan. Sebagian besar
penonton yang masuk ke lapangan itu adalah suporter tim basket cewek SMA Altavia yang baru memastikan diri sebagai yang terbaik dalam Turnamen Bola Basket Antar-SMA Se-Jawa-Bali, setelah di final berhasil mengalahkan juara tahun lalu, SM Ardhira, Jakarta, dengan skor yang sangat tipis, 77 – 76.

Kubu SMA Altavia pantas bergembira. Kemenangan ini diperoleh dengan perjuangan berat, dan merupakan prestasi tertinggi tim basket SMA Altavia setelah tahun sebelumnya hanya bisa bertahan hingga babak semifinal. Prestasi tim basket cewek ini jauh lebih baik daripada tim cowoknya yang bahkan udah keok di babak penyisihan grup. “Vira... Vira...” Panggilan itu terdengar di antara riuh kegembiraan tim SMA Altavia dan para suporternya. Nama yang dielu-elukan itu milik salah satu pemain SMA Altavia yang malam ini jadi bintang lapangan dengan menyumbang angka terbanyak bagi kemenangan timnya. Walau tubuhnya agak kurus dengan tinggi sekitar 170 sentimeter, Vira mampu bersaing melawan pemain- pemain SMA lain yang badannya lebih gede. Selama turnamen, dialah bintang SMA Altavia sekaligus calon pemain terbaik, atau lebih ngetop disebut Most Valuable Player (MVP) dan top
scorer di turnamen ini.

“Ternyata kekhawatiran lo nggak terbukti, kan?” ujar Stella, teman setim Vira.
0

Kristen Proby - Under The Mistletoe With Me
Kristen Proby - Under The Mistletoe With Me
Sinopsis:
Isaac dan Stacy Montgomery telah menikah selama sepuluh tahun. Mereka baru saja memiliki seorang bayi perempuan yang cantik, bisnis Isaac di bidang konstruksi sedang berkembang pesat, dan Stacy sangat menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga, dengan sambilan membuat review novel romantis yang seksi di blognya. Dengan jumlah keluarga besar yang banyak, dan dengan berbagai kemudahan yang mereka nikmati, Stacy akan menjadi orang pertama yang akan mengakui betapa kehidupan mereka amat sangat diberkati.

Namun ketika beberapa panggilan telepon dan pesan teks yang mencurigakan bermunculan, untuk pertama kalinya dalam pernikahan mereka, Stacy mempertanyakan kesetiaan Isaac. Dia menyadari bahwa hadirnya bayi baru mengakibatkan terjadinya perubahan dalam suatu hubungan, namun apakah ketegangan menjadi orangtua telah membuat Isaac berpaling ke pelukan wanita lain, ancaman yang akan menghancurkan kehidupan pernikahan mereka?

Novella With Me in Seattle ini memperlihatkan dengan sekilas kehidupan dari kakak lelaki Jules, Isaac dan istrinya Stacy, memperkenalkan beberapa tokoh baru dan menjadi pengingat untuk kita betapa pentingnya terhubung kembali dengan orang yang paling kita cintai, walaupun sebenarnya mereka tidak pernah sekalipun meninggalkan kita. Dan betapa pentingnya untuk tetap mewujudkan kebahagian selamanya, impian setiap pasaangan saat memulai pernikahan.
0

Kristen Proby - Rock With Me
Kristen Proby - Rock With Me
Sinopsis:
Leo Nash sang vokalis band rock terkenal di dunia, Nash, adalah orang terakhir di bumi ini yang Samantha Williams akan percaya. Dia sudah belajar tentang mencintai seorang selebriti dengan cara yang keras dan tidak ingin mengalaminya lagi.

Setiap kali Sam bersikap kasar pada Leo, dia menjadi semakin tertantang. Apa yang sebenarnya telah ia lakukan padanya? Leo tidak terbiasa menghadapi wanita yang memperlakukannya seperti ia adalah makhluk beracun, dan Leo tidak akan membiarkan Sam lari setiap kali ia mendekat. Sudah banyak orang yang melarikan diri dalam hidupnya... Ketika yang satu ini lari, ia mengejar. Tapi, menangkap Sam tidak sesulit yang ia kira.

Daya tarik seksual di antara mereka begitu kuat, Sam praktis dapat menggenggam itu di tangannya. Tidak mungkin Sam bisa me- nyangkal akan janji kenikmatan yang akan Leo berikan ketika mereka bersama.

Namun kenikmatan selalu hadir dengan rasa sakit dan ketika rahasia yang terungkap dan kepercayaan diuji, siapa yang akan lari dan siapa yang akan mengejar?
0

Kristen Proby - Play With Me
Kristen Proby - Play With Me
Sinopsis:
Will Montgomery adalah pemain football profesional yang sukses dan nampaknya memiliki segalanya. Dia tidak biasa ditolak, dan tentu saja tidak mau menerima penolakan. Jadi, ketika ia menebarkan pesonanya pada sahabat adik perempuannya bernama Meg, dia tidak hanya ditolak, tapi menghadapi permusuhan terang-terangan, ini menggelitik rasa ingin tahu dan libidonya. Will bertekad untuk menunjukkan padanya bahwa dia bukan atlet sombong seperti yang Meg kira, yang ingin membawanya ke tempat tidur.

Megan McBride tidak terkesan dengan Will Montgomery, juga tidak terkesan dengan kontrak besar, mobil mewah, atau publik personalnya yang arogan. Dia tidak punya waktu untuk menjalin hubungan, dan jika dia belajar sesuatu dalam hidup, itu artinya mencintai sama saja dengan kehilangan, jadi dia menjaga hatinya sekuat tenaga. Tapi dia tidak bisa menyangkal daya tarik kuat dari atlet bertato yang seksi, dan ketika Will mulai membobol pertahanan dan menguasai hatinya.

Akankah Megan mampu mengakui perasaannya kepada Will, atau akankah masa lalunya yang bermasalah menyebabkan dia kehilangan pria pertama yang sungguh-sungguh dia cintai?
0

Kristen Proby - Fight With Me
Kristen Proby - Fight With Me
Sinopsis: Jules Montgomery adalah seorang wanita karir yang sukses dan sangat puas dengan dirinya sendiri. Ia begitu sibuk hingga tidak memiliki waktu luang untuk memikirkan masalah pria, apalagi pria yang bernama Nate Mckenna.

Karena dibesarkan bersama empat orang saudara laki-laki, Jules sudah belajar mengenai segala hal yang berhubungan dengan pria, oleh karena itu dia sudah pasti akan menjauhkan dirinya untuk berhubungan dengan pria yang memiliki tato dan sepeda motor besar.

Namun tentu saja hal itu akan lebih sukar untuk dilakukan apabila pria yang harus dijauhinya itu adalah bosnya sendiri.

Setelah berusaha sekuat tenaga menghindari pria itu, pada akhirnya pertahanan Jules pun runtuh, setelah pada suatu malam dia menyerahkan dirinya kedalam pelukan Nate dan mengalami malam yang luar biasa, sebuah hubungan seks yang meledakkan pikirannya. Nate telah membuatnya melanggar peraturan perusahaan yang melarang menjalin hubungan dengan sesama rekan kerja.

Namun Jules kemudian sadar, ia tidak boleh menghancurkan karirnya hanya demi hubungan seks yg menyenangkan. Tidak perduli seberapa galau hatinya atau seberapa besar dirinya menginginkan Nate... Hal itu tidak boleh terjadi lagi. NEVER! Nate telah merasakan malam yang menyenangkan dan seks yang sangat luar biasa bersama Jules. Walaupun Jules menjauh dari dirinya, dan melawan dengan sekuat tenaga untuk menghindari Nate setelah kejadian itu, namun Nate percaya bahwa pada akhirnya Jules akan melihat seberapa besar usahanya untuk mendapatkan dirinya kembali.

Peraturan perusahaan memang menghalangi usaha yang akan dilakukan Nate, atau mungkin ia akan berada dalam kesulitan besar jika melakukannya, namun Nate McKenna bukanlah seorang pria yang mudah menyerah, Nate benar-benar tidak perduli pada semua hal itu, yang dia tahu, dirinya sangat menginginkan Jules, dan dia yakin bahwa dia pasti bisa mendapatkan Jules sekali lagi dan membawanya ke atas tempat tidurnya lagi.
0

Kristen Proby - Come Away With Me
Kristen Proby - Come Away With Me
Sinopsis:
"Berkonfrontasi di pantai dengan pria asing yang seksi bukanlah bagian dari rencana Natalie Conner saat mengambil foto dengan damai dipagi hari. Dan apa sih yang ada dalam pikiran pria itu hingga berpikir ia mengambil foto-foto dirinya? Siapa dia? Satu hal yang pasti, dia seksi, dan sangat romantis, memberi makan jiwa Natalie yang terluka.

Luke Williams hanya ingin dunia memberinya istirahat, jadi melihat kamera ditujukan ke wajahnya membuatnya siap menerjang keindahan yang ada di balik lensa. Ketika ia tahu gadis itu tidak tahu siapa dirinya, dia penasaran dan tergoda olehnya. Natalie memiliki tubuh yang diciptakan untuk seks, bermulut lancang dan Luke tak pernah puas dengannya, tapi ia belum siap untuk menceritakan siapa dirinya yang sebenarnya.

Natalie adalah seorang gadis yang tak suka omong kosong dan tidak mau menerima kebohongan dan rahasia. Apa yang akan terjadi pada hubungan baru ini ketika ia menemukan apa yang Luke sembunyikan?"

Cerita dimulai pada pagi yang tenang dan indah, Luke adalah aktor terkenal dan Natalie Conner (Nat) seorang fotografer lepas. Nat pergi ke pantai mengambil foto pemandangan ketika ia tiba-tiba berhadapan oleh seorang pria tampan yang sangat marah yang menuduh ia mengambil fotonya dan menuntut ia menyerahkan kameranya. Ketika Luke akhirnya menyadari bahwa Nat tidak tahu siapa dia, ia mengamati wanita ini lebih dekat, cantik dan centil dan ia suka apa yang dilihatnya, Luke meminta maaf dan mengajaknya sarapan berharap untuk memuluskan awal perkenalan mereka yang kasar. Dan dimulailah hubungan mereka. Luke senang bahwa Nat tidak mengenalinya dan bahwa perasaan Nat terhadapnya murni didasarkan pada apa yang dia tunjukkan padanya, Nat tak pernah bosan pada pria luar biasa menawan yang melangkah masuk ke dalam hidupnya. Tapi Nat adalah seorang gadis terbuka, blak-blakan dan jujur dan ketika dia akhirnya tahu apa yang Luke sembunyikan, bisa ditebak apa yang akan terjadi.

Chemistry diantara mereka sudah terjadi sejak awal dan sangat cepat untuk berkembang. Mereka memiliki 'insecurities' masing-masing tapi mereka benar-benar berkompromi dalam setiap situasi. Nat yang rapuh akibat trauma masa lalu, disandingkan dengan Luke yang juga rapuh serta memiliki krisis kepercayaan, dua insan bahu membahu, saling melengkapi satu dan lainnya. Menciptakan romansa yang manis dan mengharukan namun dengan penulisan yang lil bit nyeleneh itu pula yang membuat buku ini terasa "nyata".

*Contains profanity, explicit sex, and a super sexy couple. If you’re a prude you better stay
0

Ken Terate - Dark Love
Ken Terate - Dark Love
Usiaku 17 tahun, hampir 18. Kelas 12. Hampir lulus. Dan aku hamil...

Kirana yang cerdas, cantik, dan ceria melihat semua impiannya luruh di depan mata. Hari-harinya mulai dipenuhi rahasia dan kecemasan. Ia nggak mungkin mampu melahirkan dan merawat bayi. Ia juga nggak mungkin mampu menghadapi celaan dari orang-orang di sekitarnya, teman-temannya, guru-gurunya, terutama kekecewaan orangtuanya. Saat ini Kirana berada di ambang jurang keputusasaan. Hidup seolah tidak menawarkan solusi apa pun padanya.

Bagaimana dengan cowok yang menghamilinya? Oh, cowok itu harus tetap sekolah. Dia nggak boleh terlibat. Dia cowok paling tampan dan paling cerdas di sekolah. Masa depannya begitu gilang gemilang. Kirana tidak ingin merusaknya. Siapakah dia? Kirana takkan pernah mau mengakuinya.
1

Katie Ashley - The Propotition
Katie Ashley - The Propotition
Sinopsis:
Dengan ulang tahun ketiga puluh semakin dekat, Emma Harrison menyadari bahwa jam biologisnya berdentang dan sang ksatria berbaju zirah ternyata belum muncul juga. Dia kehabisan pilihan, terutama setelah sahabat gay-nya mundur untuk menjadi donor sperma baginya. Tentu saja, selalu ada bank sperma, tapi Emma takut kesalahan donor mungkin membuatnya hamil dengan melahirkan bayi setan.

Aidan Fitzgerald, playboy yang menjadi rekan kerja Emma, terbiasa untuk selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, terutama di kamar tidur. Ketika Emma menolak rayuan Aidan di pesta Natal perusahaan, Aidan bertekad untuk memilikinya apapun resikonya. Setelah dia tahu dilema yang sedang Emma hadapi, dia dengan cepat menawarkan proposisi yang akan menguntungkan mereka berdua.

Dia akan menjadi ayah dari anak Emma, tapi dengan syarat harus membuat Emma hamil dengan cara alami. Bukan hamil dari hookup atau seks tanpa ikatan. Awalnya Emma enggan untuk menerima tawarannya, tapi pesonanya, ditambah dengan keinginan kuatnya untuk menjadi seorang ibu, akhirnya Aidan menang. Segera sesi membuat bayi menjadi lebih dari sekedar hubungan fisik. Aidan tidak bisa pergi darinya begitu saja sementara Emma mulai bertanya-tanya apakah dia bisa menjadi pria pendamping hidupnya. Namun dapatkah Aidan melupakan masa lalu dan menjadi menjadi pria yang Emma butuhkan?
0

Katie Ashley - The Proposal
Katie Ashley - The Proposal
Sinopsis:
Beberapa minggu setelah pengkhianatan Aidan, Emma berusaha sekuat tenaga untuk melanjutkan hidupnya. Mengabaikan sms, pesan suara, dan bunga yang tak terhitung jumlahnya, Emma tidak yakin ia ingin kembali lagi bersamanya. Tapi Aidan tidak akan menyerah sebelum bertanding—sebelum Emma mengijinkan dirinya mengungkapkan rahasia masa lalunya yang menyebabkan ia begitu takut akan komitmen.

Tapi nasib berkehendak lain ketika persalinan prematur memaksa Emma harus beristirahat total selama dua minggu. Aidan melangkah kedepan dengan proposal yang mengejutkan. Untuk membuktikan cinta dan komitmen terhadap putra mereka yang belum lahir, ia akan mengambil cuti dari pekerjaan untuk merawat Emma sepanjang waktu. Bersumpah untuk menjaga hatinya, Emma dengan berat hati setuju.

Selagi Emma tersentuh oleh perhatian dan kasih sayang Aidan, Emma dikejutkan oleh perhatian mesra seorang dokter UGD, Alpesh "pesh" Nadeen. Pesh adalah tipe pria idaman yang pernah Emma bayangkan—sukses, stabil, dan siap berumah tangga serta siap menjadi seorang suami dan ayah. Pesh tidak menginginkan apa pun kecuali merebut hati Emma, tapi Emma tidak yakin ia mampu memberikannya.

Hatinya masih dimiliki pria yang juga menghancurkannya—Pria yang berusaha begitu keras untuk kembali lagi bersamanya.
0

Kate Dawes - 3- Fade Into Always
Kate Dawes - 3- Fade Into Always
Ketika Olivia Rowland, gadis asal Midwestern yang pemalu dan pendiam bertemu dengan Max Dalton, salah satu penulis/produser/sutradara Hollywood tersukses dan paling cemerlang, keduanya berangkat menuju perjalanan liar yang ekstrem dari gairah, nafsu, ketakutan dan keraguan.

Hubungan mereka telah diuji oleh mereka berdua juga oleh kekuatan dari luar.

Olivia dan Max tampaknya sudah berada di jalan menuju segala hal yang mereka dambakan—kesatuan tak terpisahkan melebihi apapun. Tapi dalam seri penutup FADE trilogi ini, mereka akan menghadapi sejumlah tantangan terberat yang tak satupun dari mereka bisa bayangkan.
0

Kate Dawes - 2- Fade Into Me
Kate Dawes - 2- Fade Into Me
Sinopsis:

*New York Times and USA Today Best seller
"Agak sedikit berlebihan untuk menyebut seseorang itu sempurna,
dan aku tidaklah terlalu naif untuk berpikir bahwa orang seperti itu
ada. Aku bersama seorang pria yang tampan yang memiliki hati
menakjubkan, ambisi tak terbatas, dan ia tergila-gila padaku.
Dia telah melindungiku ketika aku ada dalam bahaya. Dia
membawaku ke puncak gairah—baik secara fisik maupun
emosional. Aku tak pernah membiarkan pertahananku terbuka,
belum pernah berbagi keintiman semacam itu dengan siapapun.
Hampir mendekati sempurna dibanding dengan apa yang pernah
kurasakan. Lalu aku tahu bahwa tak ada yang datang tanpa risiko."
Kesuksesan karir Olivia dengan agen pencari bakat mendapatkan
pujian yang tinggi dari bosnya. Dengan antusiasme baru, Olivia
berharap untuk membuat terobosan ke dalam bisnis ini. Tapi setelah
akhir pekan ke New York bersama Max, Kevin, bos Olivia
mengatakan bahwa mungkin hubungannya dengan Max bisa
merusak karir mereka berdua. Ketika Olivia mulai protes, Kevin
menunjukkan padanya beberapa foto tentang Max. Dia tidak jujur
pada Olivia dan itu telah menghancurkan hatinya.
Alur cerita Fade Into Me mulai berkembang terutama karena terkait
dengan latar belakang Olivia dan Max. Ada banyak seks panas
dengan posisi dan tempat yang berbeda-beda. Olivia tahu apa yang
dia inginkan dan tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Fade
Into Me adalah seri kedua dari Fade Trilogy.
0

Kate Dawes - 1- Fade Into You
Kate Dawes - 1- Fade Into You
Olivia Rowland meninggalkan kehidupan Midwestern setelah lulus dari perguruan tinggi dan menuju ke Los Angeles untuk bekerja pada sebuah agen pencari bakat di Hollywood. Baginya kehidupan di LA adalah gegar budaya, tapi tidak sebanding dengan kejutan yang ia dapatkan ketika Max Dalton memasuki kehidupannya.

Max Dalton adalah seorang produser/sutradara/penulis termuda dan paling cemerlang di Hollywood. Dia kaya, sukses, tampan, dan tidak pernah kekurangan wanita, tapi hanya ada satu wanita yang dia inginkan, dan dia berniat untuk mewujudkannya.

Ketika Max mengejar Olivia, ia beranggapan bahwa Olivia menyajikan suatu tantangan baru baginya. Olivia akhirnya menyerah untuk menjalani hubungan yang berbahaya namun sangat bergairah dengannya. Bersama-sama mereka menemukan hasrat terdalam, juga rahasia tergelap masing-masing....

Seperti novel umumnya, hubungan mereka cepat berkembang, tapi kita juga tahu bahwa ada beberapa sejarah dan masa lalu dari keduanya. Dan itu adalah masa lalu Olivia yang akan kita temui lebih dulu ketika seseorang tiba di depan pintunya tanpa di undang.
0
 
Download PDF