Loading...

Luna Torashyngu - D Angel Princess

Luna Torashyngu - D Angel Princess
Luna Torashyngu - D Angel Princess
SEORANG anak perempuan berusia sekitar dua belas tahun duduk bengong sendirian di
ruang tunggu Bandar Udara Hasanuddin, Makassar. Di sekitarnya tergeletak dua tas besar
dan sebuah tas kecil. Kelihatannya anak itu bosan duduk terus. Pengin rasanya dia jalan-jalan
di sekitar ruang tunggu yang ramai siang ini. Tapi, dia ingat pesan mamanya;

“Fika, kamu tunggu di sini dulu, ya? Jaga tas-tas kita dan jangan ke mana-mana. Mama mau
ngurus tiket dulu.”

Itu pesan mamanya sejam yang lalu. Sampai sekarang mamanya belum juga balik. Fika
mencoba mengalihkan pandangannya ke ruangan tempat tadi mamanya masuk, tapi dari
tempat duduknya dia nggak bisa lihat ke dalam ruangan.

Mama kok lama sih? batin Fika. Dalam hati dia mengutuk kekacauan administrasi maskapai
penerbangan yang membawa dia dan mamanya dari Jayapura ke Jakarta. Ketidakberesan itu
membuat mereka nggak dapet pesawat saat transit di Makassar, padahal seharusnya semua
udah beres sampe Jakarta. Ketidakberesan itu juga yang menyebabkan mereka dan sebagian
penumpang lainnya tertahan tanpa kepastian di ruang tunggu bandara selama tiga jam sampe
saat ini dan menyebabkan mama Fika sibuk mondar-mandir ngurus tiket supaya mereka bisa
terbang ke Jakarta.

Bete duduk menunggu, Fika bermaksud jalan-jalan. Nggak jauh-jauh, di sekitar tempat
duduknya saja, hingga dia masih bisa mengawasi barang bawaannya. Lagi pula ada stan
koran dan majalah di ruang tunggu, nggak jauh dari tempat duduknya. Fika pengin membeli
salah satu komik buat bacaan selama nunggu.

Baru aja beberapa langkah dari tempat duduknya, seseorang menabrak Fika, membuat dirinya
hampir terjatuh. Si penabrak malah jatuh beneran.

“Kalo jalan yang bener dong!”
Loading...

No comments:

Post a Comment