Loading...

Maria Jaclyn - de Buron

Maria Jaclyn - de Buron
Maria Jaclyn - de Buron
PINTU jati itu menjeblak terbuka, kemudian seorang cowok berhambur keluar dengan
panik. Wajahnya tampak pucat dan tegang. Rambutnya basah gara-gara keringat, begitu juga
seluruh wajahnya. Namun bukan itu yang dipikirkannya sekarang. bukan juga parfum di
kausnya yang sudah bercampur keringat dan mengeluarkan bau yang mungkin sanggup
membunuh semua binatang liar di dunia. Satu-satunya gambar yang memenuhi kepalanya
sekarang cuma isi kamar yang baru saja dilihatnya. Mengerikan. Sungguh.

Ia menoleh ke kanan-kiri dengan panic, kemudian memutuskan segera berlari dari tempat itu. Ia
menuruni tangga sepi yang tidak mungkin terjadi selain di tengah malam atau di waktu makan
siang seperti ini, melewati meja-meja penuh kertas bertebaran yang pemiliknya sedang asyik
melahap nasi uduk atau nasi goreng di warung terdekat. Terus berlari keluar dari kantor itu.

Jantungnya berdebar keras, seakan-akan ada seseorang yang menyalakan house music bervolume
tinggi tepat di sebelah telinganya. Yang pasti, saat itu ia tidak sempat berpikir sedikit pun
mengenai apa kata cewek-cewek jika melihatnya berpenampilan kumal seperti ini dan berlari
keluar dari sebuah kantor dengan gerak-gerik ala pencuri yang habis merampok uang miliaran
rupiah. Ia benar-benar tidak peduli, karena yang terjadi jauh lebih mengerikan dari sekadar
pencurian.

Berulangkali cowok itu bergumam sendiri. Setengah mati berharap tidak ada orang yang
melihatnya keluar dari kantor itu. Namun ternyata malang nasibnya. Seorang office boy yang
tidak pergi makan (dalam rangka diet karena ditolak cewek kesukaannya dengan alasan orang
gendut selalu bau keringat) baru saja keluar dari gudang ketika cowok itu keluar dari pintu ruang
direktur.

Begitu anak muda yang berlari pergi itu tidak kelihatan lagi, sang office boy segera menghampiri
ruang direktur dengan heran—sambil bergumam semangat anak muda yang bikin iri, mereka
masih punya semangat berlari-lari di siang bolong superterik seperti ini—dan mengetuk pintu
yang sedikit terbuka.

Tidak ada jawaban.
Loading...

No comments:

Post a Comment