Loading...

Orizuka - Meet The Sennas

Orizuka - Meet The Sennas
Orizuka - Meet The Sennas
Aku Daza. Anak kedua dari tiga bersaudara. Yang artinya aku anak tengah.
Astaga. Sebenarnya aku sedang apa,sih?
Aku merobek halaman yang baru saja kutulisi dengan kalimat-kalimat bodoh. Sial. Aku memang
tidak punya bakat apapun,bahkan hanya untuk menulis diary kacangan seperti ini. Lagi pula,apa
sih yang harusnya diyulis dalam diary?
Sebenarnya,tidak masalah kalau saja Tante Amy memberiku diary ini sepuluh tahun lebih awal.
Setidaknya,aku bisa meminta teman-temanku mengisinya dengan nama,hobi,citacita,
makanan,favorit,moto... lebih bagus kalau diselipkan pantun atau apa... But,hello?
Sekarang,aku sudah tujuh belas dan rasanya norak banget kalau aku meminta teman-temanku
melakukan itu.
Diary yang aku maksud ini bukan diary keren seperti organizer-yang masih pantas dibawa anak
SMA,bahkan pada zaman tablet seperti sekarang ini-tetapi merupakan sebuah diary yang berbau
sangat menyengat,halamannya berubah warna setiap sepuluh lembar. Dan,seakan semuanya
masih belum cukup menggelikan,cover diary ini adalah seorang cewek bermata luar biasa besar
dan membawa payung berenda.
Aku benar-benar kepingin membuangnya,tetapi jika aku melakukannya,berarti aku juga harus
membuang semua hadiah dari keluargaku yang,yah,bisa dibilang jauh lebih menyedihkan dari.
diary ini
Ayah,contohnya,dia memberiku rumah Barbie. Rumah Barbie. Aku,anak gadis yang sudah tujuh
belas tahun,diberi rumah barbie oleh ayahku sendiri. Sedangkan di luar sana,di belahan dunia
lain,anak-anak gadis tujuh belas tahun mendapat mobil mewah atau kalung mutiara dari ayah
tecintanya.
Bunda,seakan mau menyaingi kekonyolan ayah,memeriku piano Casio kecil yang pernah aku
miliki saat aku berusia tujuh tahun,tetapi akhirnya rusak karena tersiram air. Dia berkata dengan
polos sambil menekan tombol yang segera mendendangkan lagu Jingle Bell, “Kamu enggak
kangen sama lagu ini,Daze? Dulu,kamu sering menekan-nekan tutsnya,pura-pura main kayak
yang udah jago,pake lagu ini.”
Well,thanks a lot,Bun! Aku benar-benar rindu masa-masa itu! Sungguh!
Loading...

No comments:

Post a Comment