Loading...

Richelle Mead - Shadow Kissed

Richelle Mead - Shadow Kissed
Richelle Mead - Shadow Kissed
Jari-jarinya meluncur disepanjang punggungku, memberikan penekanan–
penekanan tertentu dibeberapa titik, mengirimkan gelombang gairah di seluruh
daging yang menempel ditubuhku. Perlahan-lahan, tangannya bergerak diatas
kulitku, turun ke samping perutku, kemudian berakhir di lekukan pinggulku. Tepat

di bawah telingaku, kurasakan bibirnya menekan leherku, diikuti oleh ciuman-
ciumannya, lalu yang lainnya,

kemudian yang lainnya....
Bibirnya bergerak lagi dari leherku kemudian pipiku dan akhirnya menemukan
bibirku. Kami berciuman, berpelukan hingga kami begitu dekat. Darahku terbakar
bersamaku, dan aku merasa lebih hidup saat ini daripada hidup yang pernah
kurasakan sebelumnya. Aku mencintainya, sangat mencintai Christian yang –
Christian?
Oh tidak.
Beberapa bagian dari diriku tiba-tiba menyadari apa yang sebenarnya terjadi –dan
ya Tuhan, hal ini membuatku kesal. Sebagiannya lagi, bagaimanapun juga, masih
saja pasrah menikmati kejadian ini, menganggap bahwa akulah yang sedang
disentuh dan dicium. Bagian dari diriku yang tidak mampu terlepas. Aku terlalu
dekat dengan Lissa, dan karena segala kedekatan dan maksud inilah semua ini
terjadi padaku.
Tidak, aku berbicara keras dengan diriku sendiri. 'Ini tidak nyata—tidak untukmu.
Pergi dari sana.
Tapi bagaimana aku bisa mendengarkan logika ketika setiap inci dari tubuhku
sedang terbakar gairah?
Kau bukan dia. Ini bukan kepalamu. Keluar.
Bibirnya. Tidak ada sesuatu apapun di dunia ini sekarang selain bibirnya.
Ini bukan dia. Keluar.
Ciumannya sama, benar-benar sama seperti ciuman yang kuingat kulakukan
dengannya. ...
Tidak, ini bukan Dimitri. Keluar!
Nama Dimitri seperti air dingin yang menampar wajahku. Aku berhasil keluar.
Aku duduk tegak di atas ranjangku, tiba-tiba merasa seperti habis tercekik. Ku coba

menendang selimutku menjauh, tapi ternyata hanya berakhir dengan terlilit dikaki-
kakiku. Jantungku berdetak cepat dalam dadaku, dan aku mencoba untuk menarik

napas dalam-dalam, berusaha perlahan-lahan mengatur menenangkan diri dan
kembali ke kehidupan nyataku sendiri.
Loading...

No comments:

Post a Comment