Loading...

Richelle Mead - Vampire Academy

Richelle Mead - Vampire Academy
Richelle Mead - Vampire Academy
AKU MERASAKAN KETAKUTANNYA sebelum mendengar jeritannya.
Mimpi buruknya berdetak ke dalam diriku, mengguncangku keluar dari mimpiku
sendiri: mimpi yang melihatkan sebuah pantai dan seorang cowok seksi yang
sedang mengoleskan krim antimatahari pada tubuhku. Citra demi citra―miliknya,
bukan milikku―bergantian mengusik pikiran: api dan darah, bau asap, sebuah
mobil yang ringsek. Semua gambaran itu menyelubungiku, terasa menyesakkan,
hingga akhirnya akal sehat mengingatkan kalau itu bukan mimpi-ku.
Aku terbangun, dengan helaian rambut panjang yang gelap menempel di kening.
Lissa berbaring di tempat tidurnya sambil menendang-nendang dan berteriak. Aku
bergegas turun dari ranjangku sendiri, dan cepat-cepat menyeberangi jarak sempit
yang memisahkan kami.
“Liss,” kataku sambil mengguncang tubuhnya. “Liss, bangun.”
Jeritannya langsung memudar, digantikan oleh gumaman pelan. “Andre,”
erangnya. “Ya Tuhan.”
Aku membantunya duduk. “Liss, kau sudah tidak di sana lagi. Bangunlah.”
Setelah beberapa saat, mata Lissa membuka, dan dalam keremangan cahaya aku
bisa melihat percikan kesadaran mulai menghampirinya. Napasnya yang memburu
mulai tenang dan Lissa menyandarkan tubuhnya kepadaku, meletakkan kepalanya
di bahuku. Aku memeluk sambil mengusap-usap rambutnya.
“Tenanglah,” aku berkata lembut. “Semuanya baik-baik saja.”
“Aku mimpi itu lagi.”
Loading...

No comments:

Post a Comment